Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Jumlah ‘Paus’ Bitcoin Meningkat 2% Sejak Halving

Wafa Hasnaghina     Thursday, June 18 2020

Rally harga Bitcoin terhenti sejenak setelah pemimpin cryptocurrency tersebut mengalami halving ketiganya pada 11 Mei lalu, tetapi data menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang cryptocurrency masih tetap kuat.

Peristiwa halving pada 11 Mei 2020 lalu membuat rewards penambangan per blok pada blockchain bitcoin dipotong dari 12,5 BTC menjadi 6,25. Pada peristiwa ini banyak orang berharap, hal ini dapat mempercepat uptrend harga dari nilai terendah sekitar $ 3.867 yang sempat dialaminya di bulan Maret lalu.

Sejauh ini, Bitcoin sebagai cryptocurrency terkemuka berdasarkan nilai pasar masih juga belum bisa mendapat tawaran yang kuat dan masih diperdagangkan di bawah nilai $ 10.000, level yang terlihat dua hari sebelum terjadinya halving. Meski begitu, investor besar, atau yang sering disebut Paus (Whale), terus mengumpulkan koin, seperti yang terlihat di bawah ini.

Pada hari Selasa, 16 Juni 2020, menurut data dari perusahaan analitik blockchain Glassnode, jumlah ‘paus’ bitcoin yang diwakili oleh penghitungan entitas unik yang setidaknya memegang 1.000 koin Bitcoin, berjumlah sekitar 1.840 ‘paus’. Itu naik hampir 2% dari jumlah 1.811 yang terlihat pada 1 Mei 2020 lalu. Metrik mencatat baru-baru ini ada sekitar 1,844 pada hari Senin, 15 Juni 2020, jumlah ini terakhir terlihat pada November 2017 silam.

Akumulasi stabil sejak halving menunjukkan kepercayaan investor pada narasi bullish jangka panjang seputar bitcoin.

Sebagian besar analis memperkirakan mata uang digital akan naik tajam selama 12 bulan ke depan dengan latar belakang stimulus fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diberikan oleh otoritas di seluruh dunia dalam tiga bulan terakhir ini. Analis Bloomberg mengatakan mereka memperkirakan bitcoin sedang dalam tantangan untuk mencapai rekor tertinggi $ 20.000 pada akhir 2020 nanti karena peningkatan partisipasi kelembagaan.

Untuk matrix ‘paus’ sendiri, entitas merujuk pada sekelompok alamat yang dikendalikan oleh entitas jaringan yang sama dan diperkirakan melalui algoritma pengelompokan kepemilikan Glassnode.

Glassnode menganggapnya sebagai indikator partisipasi investor yang lebih dapat diandalkan, jumlah individu atau bisnis yang menggunakan jaringan. Hal ini dibandingkan dengan pendekatan tradisional, yang menganggap jumlah alamat pada jaringan sebagai proksi terhadap jumlah pengguna / pemegang.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa metode ini dirasa lemah karena satu pengguna dapat memegang koin dengan beberapa alamat. Hal yang sama juga berlaku pada alamat pertukaran, yang menyimpan koin miliknya lebih dari satu individu.

Baca juga: Arus Masuk Exchange Melonjak di Tengah Volatilitas Bitcoin

Apa yang Selanjutnya Terjadi pada Bitcoin?

Periode Bitcoin saat ini sedang mengalami kelesuan dan mungkin saja dapat berakhir dengan bullish harga menembus di atas $ 10.000, mengingat akumulasi stabil oleh investor dan faktor lainnya.

“Kami merasa akan ada bullish dalam jangka menengah dengan target $ 12.000,” kata Matthew Dibb, salah satu pendiri Stack, penyedia pelacak cryptocurrency dan dana indeks. Namun, Dibb percaya bahwa perpindahan ke $ 12.000 akan didahului oleh beberapa minggu perdagangan yang tidak menentu.

Kemungkinan itu tidak boleh dikesampingkan, karena korelasi bitcoin dengan pasar ekuitas telah menguat selama seminggu terakhir. Cryptocurrency turun tajam dua kali dalam minggu terakhir karena saham tergelincir karena kekhawatiran terhadap munculnya gelombang baru pandemi virus corona.

“Bitcoin saat ini diperdagangkan sebagai ‘aset berisiko’ dan kemungkinan akan mengalami volatilitas lanjutan karena data ekonomi AS lebih lanjut akan dirilis dalam beberapa hari mendatang,” kata Dibb.

Sementara target bull adalah level psikologis $ 10.000, dukungan terlihat di $ 8.900 (terendah Senin). Penembusan harga di sana akan mengekspos dukungan berikutnya di sekitar $ 8.000.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini