Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

JPMorgan Bermitra dengan Exchange Crypto, Ini Dampak Positifnya

anisa giovanny     Tuesday, June 2 2020

JPMorgan mungkin adalah salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, yang sebelumnya selalu menentang cryptocurrency. Bahkan Kepala Eksekutif JPMorgan sempat menyebut jika crypto adalah penipuan dan menolak layanan untuk bisnis crypto. 

Namun, seiring berjalannya waktu nampaknya JPMorgan berubah pikiran dan mulai ramah terhadap cryptocurrency. Diikabarkan bank ini bekerja sama dengan dua exchange crypto yakni Coinbase dan Gemini.

Sedikit catatan, jika di Indonesia kedua exchange tersebut belum mendapatkan izin resmi dari Bappebti.

The Block melaporkan bahwa JPMorgan Chase & Co akan menawarkan rekening bank, termasuk layanan penyetoran, penarikan dan pemindahan, ke crypto pertukaran Gemini dan Coinbase melalui jaringan Automated Clearing House (ACH).

“Menurut saya ini adalah berita yang cukup signifikan. Ada sedikit bisnis dalam biaya yang terkait dengan pemrosesant dan pembayaran ACH, saya berharap ada manfaat terkait lainnya untuk JPM dari layanan perbankan terkait. Kolaborasi tambahan dengan kedua perusahaan tersebut, potensi untuk memenangkan IPO di masa depan atau sudut lain seperti koin JPM yang ditawarkan di salah satu platform tersebut, “  ujar salah seorang bankir kepada The Block.

Meskipun demikian, itu tidak berarti bahwa JPMorgan siap untuk merangkul cryptocurrency atau Bitcoin sekaligus, itu hanya menyediakan layanan untuk beberapa pertukaran crypto.

“ Kami mendukung cryptocurrency selama mereka dikontrol dan diatur dengan benar, “ ujar Umar Farooq, kepala layanan perbendaharaan digital dan blockchain JP Morgan.

Apa yang Menanti di Masa Depan ?

Kemitraan JPMorgan dengan Gemini dan Coinbase memposisikan bank sebagai mitra strategis dalam ruang cryptocurrency. Ini pun dapat mengarah pada peluang lebih lanjut sebagai penyedia perbankan dari penawaran harga awal atau perspektif pertumbuhan bisnis. Di samping peluang, masih ada risiko reputasi yang muncul saat mengambil klien di ruang cryptocurrency,

“Prosedur  Know-Your-Customer dan [anti pencucian uang] yang akan dilakukan JPMorgan untuk menerima klien-klien ini, mereka akan melihat mereka dengan sangat teliti, dan mereka memastikan mereka memiliki prosedur pemantauan yang sedang berjalan di tempat. Untuk berhasil mendukung kewajiban peraturan mereka kepada regulator juga, ” kata Robert Norris, kepala pengelola di perusahaan konsultan Capco, dilansir dari Banking Dive.

Menurut Norris dengan ini JPMorgan kemungkinan juga akan menghadapi pertanyaan dari regulator karena bekerja sama dengan klien dalam bidang cryptocurrency. Tentunya ini bisa menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan.

Coinbase Dilaporkan sedang Mempertimbangkan IPO

Excahnge Coinbase sebelumnya dilaporkan akan mempertimbankan untuk IPO di tahun ini namun rencana tersebut terpaksa dihentikan dan kemungkinan akan berlanjut tahun depan. Dengan kerja sama antara Coinbase dan JPMorgan ini bisa menjadi faktor penting untuk suksesnya IPO bursa tersebut, karena berhasil mendapatkan kepercayaan dari bank sekelas JPMorgan.

Menurut Jeff Roberts jurnalis di Fortune, IPO dari Coinbase masih bisa berlanjut tahun depan. Tetapi cara IPO berlangsung bisa jauh lebih penting daripada tanggalnya. Roberts ingin melihat Coinbase melakukan sesuatu yang sedikit lebih berorientasi pada crypto daripada sekedar penawaran saham tradisional. Apa pun yang kurang akan menjadi pengkhianatan bagi dunia crypto.

Roberts mengusulkan bahwa IPO Coinbase harus diluncurkan dengan 50% saham datang dalam bentuk token blockchain.

“Saya  berharap Coinbase menjadi berani dan ketika mereka melakukan listing, untuk melihat setengahnya menjadi token blockchain, dan mengeluarkan token Coinbase, seperti Binance,” katanya.

Roberts mencatat bahwa banyak dari ini akan tergantung pada situasi regulasi yang dihadapi Coinbase. Tapi dia pikir itu adalah eksperimen yang akan dilakukan pada akhirnya.

“Hanya untuk melihat seperti apa masa depan bursa saham, dan apakah Coinbase suatu hari akan menawarkan token untuk perusahaan seperti Apple dan Nike? Saya tidak tahu. Sangat menarik. Banyak dari ini beberapa tahun lagi, tetapi saya pikir itulah ceritanya nanti, “katanya.

Bisa Berikan Efek Positif ke Exchange Lokal Indonesia ?

Bermitranya JPMorgan dengan exchange cryptocurrency merupakan kabar baik, karena secara historis selama ini sulit bagi pertukaran cryptocurrency untuk mengamankan hubungan perbankan yang andal karena takut penipuan dan pencucian uang, sesuatu yang telah membuat mereka mengandalkan prosesor pembayaran yang gantinya.

Karena ini, maka ada kemungkina untuk membuka jalan bagi hubungan yang lebih baik bagi kerja sama bursa crypto dengan bank di masa mendatang. Bukan hanya di Amerika saja, namun bisa juga meluas ke berbagai negara termasuk Indonesia.

“ Kerja sama JPMorgan yang sebelumnya negatif dengan kripto menunjukkan bahwa aset kripto semakin memiliki kekuatan legal yang jelas, dengan berbagai regulator di semua negara mulai memberikan regulasi kepada industri kripto, bank kini lebih menunjukkan reaksi positif ke dunia kripto, “ jelas Gabriel Rey, CEO TRIV.

Baca juga: Platform Trading Bitcoin Legal di Indonesia

Gabriel juga menjelaskan jika sejauh ini bank lokal di Indonesia sejatinya tidak ada masalah untuk bekerja sama dengan exchange lokal. Karena sejak peraturan Bappebti dikeluarkan semuanya menjadi jelas mengenai aset kripto, di mana aset ini dianggap sebagai komoditas.

Bermitarnya JPMorgan dengan exchange cryptocurrency pun bisa menaikkan citra dan minat terhadap Bitcoin. Bagi industri exchange lokal ini bisa menjadi angin segar. Karena jika citra semakin baik dan harga BTC semakin cemeralang bukan mustahil bagi bursa lokal untuk ikut IPO agar asetnya semakin dikenal.

“ Kinerja exchange sangat terpengaruh oleh harga bitcoin, saya rasa apabila bitcoin semakin cemerlang harganya maka IPO juga tidak mustahil baik bagi exchange lokal, “ ungkap Gabriel Rey.