Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

ISIS Tinggalkan Bitcoin, Beralih ke Monero

Wafa Hasnaghina     Saturday, June 27 2020

Situs web yang berafiliasi dengan ISIS atau kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah, dilaporkan tidak lagi menerima Bitcoin (BTC) dan beralih ke Monero (XMR) sebagai mata uang yang digunakan dalam mencari sumbangan publik. 

Hal ini dilaporkan oleh perusahaan intelijen blockchain, Whitestream. Menurutnya, situs web ini mulai mengalihkan mata uang sumbangannya itu ke Monero (XMR) pada 21 Juni lalu karena dianggap lebih aman dan sulit untuk dilacak.

Dalam situs web tersebut juga menjelaskan cara bagaimana para pengguna dapat membeli dan menyumbangkan Monero mereka, serta juga menyertakan alamat XMR mereka. 

Dari beberapa data yang didapatkan, situs ini telah menerima sumbangan BTC sejak Januari 2019, tetapi ada juga yang mengatakan sudah sejak Desember 2017. Alamat dompet BTC tersebut sekarang memiliki sekitar 0,295 BTC atau sekitar 2.700 USD. 

ISIS Tinggalkan Bitcoin, Bagaimana Tanggapan Pengguna Monero?

Banyak dari pemegang Monero (XMR) tidak menganggapnya serius, ada yang khawatir hal ini akan membuat harga Monero (XMR) turun. Namun, pengguna ‘DavidLJ2000’ dalam situs Reddit berpendapat, ini menunjukkan sifat Bitcoin yang sebenarnya. Ia mengatakan, “sekarang orang-orang akan menyadari Bitcoin tidak sepenuhnya anonim.”

Kasus Kriminal dengan Cryptocurrency

Dalam perkembangannya memang banyak para penjahat termasuk teroris yang memanfaatkan adanya teknologi mata uang crypto ini. Hal ini diyakini sebagai jalan termudah untuk mengumpulkan dana tanpa terlacak otoritas yang berwenang. 

Meski begitu dari data di tahun 2019, menurut laporan Chainalysis edisi awal tahun 2020, dijelaskan bahwa hanya ada sekitar 1.1% total aktivitas kriminal di dalam jaringan blockchain dan sisanya merupakan aktivitas legal biasa. 

Perdebatan mengenai keanoniman di dalam industri crypto ini memang tidak akan berhenti. Banyak yang berpendapat sifat ini dapat menyebabkan suburnya aktivitas-aktivitas ilegal, seperti pendanaan terorisme, pengedaran narkoba, hingga pencucian uang. Namun, jika dilihat dari data analisis di atas, pendanaan terhadap terorisme melalui crypto itu kurang dari $10.000, dan akan sulit untuk hanya menyimpan mata uang tersebut tanpa mencairkannya.