Investor Jangka Panjang Kontrol 63% Total Pasokan Bitcoin

Wafa Hasnaghina

2nd October, 2020

Jika dilihat dari aksinya dalam jangka pendek, Bitcoin masih bergerak ke arah samping alias sideways selama beberapa minggu terakhir. Kisaran harga belum mampu menembus angka $12.000 dan masih melayang-layang di antara $10.200 dan $11.200. 

Volume perdagangan mata uang kripto terbesar ini juga masih belum menunjukan tanda-tanda akan meningkat segera. Banyak trader yang masih menunggu pergerakan Bitcoin yang lebih jelas lagi untuk kembali masuk ke dalam pasar.

Salah satu tren fundamental menunjukan tanda bullish terlihat pada prospek makro dari BTC. persentase besar dari total pasokan crypto dikendalikan oleh investor jangka panjang.

Tren ini menunjukkan sekelompok kecil investor dan trader aktif yang mendorong volatilitas baru-baru ini, sementara supply dasar mata uang crypto ini belum juga bergerak.

Baca juga: Investor Institusi Kian Tak Tahan Melihat Geliat Bitcoin Selama Pandemi

Harga Bitcoin Masih Stagnan

Saat penulisan artikel, perdagangan Bitcoin masih bergerak ke arah samping dengan kisaran di $10.600 dan $10.800. Hal ini masih belum jelas prospek Bitcoin dalam waktu dekat ini. 

Di sisi lain, konsolidasi di level ini masih berada di atas level resistance. Artinya, Bitcoin masih cenderung bullish.

Sebagian Besar Pasokan Bitcoin Dikendalikan oleh Investor Jangka Panjang

Dilansir dari data analisis Glassnode, sekitar 63,3% dari total pasokan BTC masih berada di tangan para hodlers dan belum bergerak selama lebih dari satu tahun. Bahkan, 31,4% lainnya dari total pasokan belum bergerak selama 3 tahun lebih.

“Dalam persen pasokan Bitcoin belum berpindah dalam… 1+ tahun: 63,3% (11,7 juta BTC); 2+ tahun: 44,5% (8,2 juta BTC); 3+ tahun: 31,4% (5,8 juta BTC).”

Tren saat ini Bitcoin masih menunjukkan tanda bullish. Hal ini terkait dengan sebagian besar investor mengambil pendekatan jangka panjang.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini