Berita

Investor Bitcoin Berpaling ke Investasi Emas

single-image

Bitcoin beruntun panas dan berada di ujung kebangkrutan. Cryptocurrency masih belum bisa menembus diatas $4,000 dalam tiga minggu hanya 12 bulan setelah diperdagangkan lebih dari $12,000.

Beralih ke investasi tradisional

Tanda-tanda tersebut menunjukan bahwa para investor Bitcoin beralih ke komoditas yang lebih tradisional, tutur jan Van, CEO dari Van Eck Associates.

“Saya pikir Bitcoin sedikit menarik permintaan dari emas tahun lalu pada 2017,” Van Eck mengatakan kepada CNBC “ETF Edge” pada Rabu. “Menariknya, kita hanya mensurvei 4,000 investor bitcoin dan investasi utama mereka pada 2019 sebenarnya adalah emas. Jadi sekarang bitcoin kalah dari emas.”

Dalam 12 bulan puncak bitcoin di atas $20,000 pada Desember 2017, cryptocurrency meningkat nilainya 25 kali lipat. Selama waktu yang sama, emas menguat 4 persen. Sudah lebih dari setahun semenjak puncak Bitcoin, sekarang turun 82 persen, sementara emas meningkat sebanyak 2.5 persen.         Mungkin sulit bagi pasang untuk kembali ke bitcoin dan menjauh dari emas, kata Tim Seymour, founder dan kepala investasi Seymour Asset Management.

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Pencurian Listrik Untuk Penambangan Crypto

“Tidak hanya kami kehilangan semua likuiditas pada [komoditas] yang mendasarinya tetapi juga benar-benar di luar argumen blockchain yang ada, sangat sulit berdebat mengenai penyimpanan nilai,” tutur Seymour dalam “ETF Edge” Rabu lalu. “Emas adalah tempat menyimpan nilai (harta) dan tidak ada yang membantah itu.”

Jika saham emas mendapatkan tawaran tahun ini, salah satu cara memainkannya adalah dengan ETF emas, kata Van Eck. Perusahaannya menciptakan emas ETF ya    ng paling terkenal: GDX gold miners ETF and GDXJ junior gold miners ETF.

“Saham stabil selama dua atau tiga bulan, sahamnya zig ketika persediaan pasar zag,” terang Van Eck. “Selama Q4 S&P menurun dan GDX meningkat. Decoupling membuatku bersemangat mengenai saham emas sebagai sebuah diversifikasi.”

GDX ETF meningkat 14 persen di kuarter keempat, ini merupakan yang terbaik semenjak kuarter kedua 2016, sementara S&P 500 merosot 14 persen. Performa tersebut termasuk kedalam tahun baru. GDX naik kurang dari 1 persen di Januari karena S&P 500 telah melonjak 6 persen.

Sumber

You may also like