Ini Penjelasan Turun-Naiknya Harga Cryptocurrency!

Felita Setiawan

5th May, 2021

Harga Cryptocurrency VS Mata Uang Fiat

Perbedaan terbesar antara nilai cryptocurrency dan uang fiat adalah bahwa mata uang fiat didukung oleh pemerintah pusat dan dinyatakan sebagai alat tukar yang sah.

Pada dasarnya nilai mata uang fiat berasal dari pernyataan pemerintah pusat bahwa mata uang tersebut memiliki nilai dan dua pihak dalam sebuah transaksi percaya pada nilai tersebut.

Kebanyakan Negara saat ini menggunakan sistem mata uang fiat, di mana bank pusat dan badan keuangan memegang kontrol persediaan uang, sehingga secara langsung mengontrol inflasi.

Sedangkan, cryptocurrrency tidak diatur oleh pemerintah pusat atau otoritas lain, dan tidak diterima sebagai alat tukar yang sah di hampir seluruh daerah.

Cryptocurrency juga memiliki jumlah ketersediaan yang tetap sehingga tidak ada devaluasi dari cryptocurrency akibat inflasi.

Di luar itu, nilai cryptocurrency dan mata uang fiat memiliki karakteristik yang serupa. Kedua mata uang tersebut dapat digunakan sebagai alat tukar untuk membeli suatu produk dan jasa, serta keduanya juga bisa memiliki nilai relatif.

perbedaan cryptocurrency dengan mata uang fiat

Kenapa Harga Cryptocurrency Begitu Fluktuatif?

Karena pasar cryptocurrency masih sangat baru. Selain itu banyak masyarakat yang masih sangat awam dengan industry cryptocurrency, mereka hanya pernah mendengar kata “cryptocurrency”.

Pasar yang masih baru memiliki beberapa sifat yang membuatnya begitu mudah berubah-ubah.

Terdapat keterbatasan liquiditas dalam pasar cryptocurrency dibandingkan dengan pasar yang sudah lebih lama terbentuk seperti ekonomi tradisional, termasuk pasar exchange asing.

Agar lebih mudah mendapat gambarannya, total nilai seluruh uang yang ada di dunia ada lebih dari $90 triliun, sementara total market cap cryptocurrency berada di atas $250 milyar – perbedaannya sebesar 36,000%.

Volume trading cryptocurrency per hari sekitar $14 milyar, sementara trading forex per hari mendekati $5 triliun.

Perbedaan antara harga jual dan beli dalam trade valas paling besar hanya sekitar beberapa sen, sedangkan dalam trade cryptocurrency bisa mencapai beberapa dollar.

Hal ini menunjukkan pasar yang sangat tipis dapat dengan sendirinya bergerak secara cepat sehingga membuat harga cryptocurrency begitu fluktuatif.

Banyak pemain baru juga mulai terjun ke pasar cryptocurrency tiap harinya. Di awal 2018, sejumlah exchange cryptocurrency melaporkan bahwa terdapat 100,000 pengguna baru setiap hari.

Baca juga: Daftar Platform Jual Beli Bitcoin Legal di Indonesia

Banyak pengguna tersebut yang akan memiliki ketertarikan pribadi yang besar dalam harga cryptocurrency yang naik atau turun, yang mana menambah ke sifat market yang disruptive dan kemudian membuatnya semakin mudah berubah-ubah.

Yang terakhir, manipulasi harga marak terjadi di pasar yang baru. Exchange pusat mengontrol sebagian besar pergerakan cryptocurrency, sehingga membuat mereka memiliki keinginan untuk memeroleh keuntungan dengan secara tidak langsung memanipulasi harga crypto.

Salah satu caranya adalah dengan menaikkan penulisan harga yang tertera pada exchange sehingga membuat para trader untuk membeli atau menjual crypto mereka.

Dampak dari manipulasi seperti ini dapat diperparah bila terdapat ribuan pemain baru yang mudah dimanfaatkan. Ditambah lagi, manipulasi harga dapat sulit dibuktikan dan dikontrol dalam pasar yang belum diatur.

Exchange pusat juga memiliki satu titik kekurangan. Mereka mengelola dan menyimpan crypto dalam jumlah yang besar, berarti jika mereka diretas, dapat menimbulkan dampak yang signifikan pada harga cryptocurrency.

Faktor Apa yang Paling Memengaruhi Harga Cryptocurrency?

Permintaan dan penawaran adalah yang paling menentukan harga cryptocurrency. Seperti prinsip dasar ekonomi. Bila sebuah cryptocurrency menawarkan token dalam jumlah yang besar dengan permintaan yang sedikit, maka harganya akan jatuh. Sebaliknya, bila penawaran dari sebuah cryptocurrency terbatas sedangkan permintaannya sedikit, maka nilai dari sebuah coin akan meningkat.

Hal ini juga berhubungan dengan elemen kelangkaan yang membuat harga meningkat dan salah satu factor yang membuat harga Bitcoin meningkat ke harga yang paling tinggi. Penawaran Bitcoin berada di angka 21 juta BTC – yang mana relatif kecil dibandingkan dengan token yang lain – sementara jumlah permintannya membludak beberapa tahun belakangan ini.

Baca Juga: Alasan Kenapa Bitcoin Tidak Akan Punah

Sentimen masyarakat dan media juga memiliki pengaruh yang besar terhadap harga cryptocurrency. Bila sebuah token atau platform mendapat publisitas yang negative, maka secara umum akan terlihat harganya anjlok. Sementara itu, bila coin yang sama mendapatkan dukungan yang tinggi serta liputan media yang baik maka hamper pasti harganya akan meningkat. Berarti harga cryptocurrency benar-benar dipengaruhi oleh perasaan dan hype masyarakat.

Faktor lain yang memengaruhi harga cryptocurrency adalah tingkat utilitas sebuah token – seberapa berguna kah suatu token itu? – dan platform blockchain yang mendasarinya dalam memecahkan masalah yang ada di dunia nyata, sementara kesulitan Proof of Work dalam mining token juga bisa menentukan nilainya – kesulitan mining yang tinggi berarti semakin sulit juga untuk meningkatkan jumlah coin yang ditawarkan dan menyebabkan peningkatan harga ketika permintaannya tinggi.

Seberapa Akuratkah Prediksi Harga Cryptocurrency?

Seperti pasar yang lainnya, tidak ada jaminan mengenai prediksi harga yang akan datang dalam pasar cryptocurrency. Mereka yang telah mencoba untuk memprediksi harga untuk tahun 2018 memberi prediksi di dua sisi yang berbeda.

Ada yang memprediksikan bahwa Bitcoin akan menembus $1 juta, termasuk John McAfee (McAfee Associates), Jim Cramer dari CNBC, dan Bobby Lee (CEO BTCC Exchange). Yang lainnya memprediksi tidak terlalu tinggi, termasuk Tom Lee dari Fundstrat yang memprediksikan harga Bitcoin di akhir tahun 2018 senilai $25,000 dan $125,000 pada tahun 2022. Robert Sluymer dari Fundstrat, memprediksikan Bitcoin tidak lebih dari $7000, Llew Claasen, direktur eksekutif di Bitcoin Foundation mengatakan Bitcoin akan mencapai $4000 di tahun 2018.

Baca Juga: Analisa Pasar Bitcoin, Teknikal Fundamental Sepanjang 2018

Sedangkan di sisi lain, ada yang memprediksikan anjloknya sebagian hingga keseluruhan pasar.

GP Bullhound memprediksikan 90% pasar akan jatuh di 2018, sementara seorang profesor Harvard, Kenneth Rogoff memprediksikan Bitcoin akan melemah hingga $100.

Roy Sebag CEO GoldMoney Inc., mengatakan bahwa di masa depan Bitcoin akan memiliki nilai $0.

Jadi cukup jelaas bahwa prediksi harga cryptocurrency tidak diterima secara bulat-bulat, tetap ada faktor lain yang harus diperhatikan yang akan memengaruhi harga Bitcoin dan pasar cryptocurrency secara luas, di antaranya adalah:

  • Tingkat dan sifat regulasi yang diterapkan di pasar dominan cryptocurrency
  • Tingkat penggunaan cryptocurrency di tahun-tahun berikutnya
  • Tingkat pertumbuhan pasar cryptocurrency di masa mendatang
  • Utility token dan kemampuan teknologi yang digunakannya untuk memecahkan masalah yang ada di dunia nyata.

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.