IndiGG Raih $6 Juta untuk Menjadi Pusat Game Blockchain di India

Naufal Muhammad

22nd January, 2022

IndiGG dikabarkan sedang membangun ekosistem untuk menjadi pusat game berbasis blockchain di India melalui pendanaan dari beberapa perusahaan besar.

Pihak proyek baru ini mengatakan bahwa pendanaan sebesar $6 Juta atau Rp85,97 Miliar telah berhasil diraih untuk mendorong pertumbuhan proyeknya.

IndiGG Raih Pendanaan $6 Juta

Pedanaan ini akan digunakan pertumbuhan platform game berbasis blockchain dan Web 3.0 untuk mengakomodir pemain di India.

Tercatat bahwa anak perusahaan atau Sub-DAO dari Yield Guild Games (YGG) ini berhasil meraih pendanaan dari beberapa investor.

Tiga nama yang menarik perhatian adalah Sequoia Capital India, Lightspeed Venture Partners, dan Animoca Brands.

Di luar tiga investor besar tersebut tercatat bahwa Jump Capital, Variant Fund, Dune Ventures, Griffin Gaming Partners, Transcend Fund, Play Ventures, Backed and Sfermion, IVC, dan Emfarsis juga ikut investasi kepada IndiGG.

Selain beberapa perusahaan venture capital tersebut, beberapa investor individual juga ikut serta dalam pendanaan ini.

Beberapa diantaranya adalah Pendiri Reddit Alexis Ohanian, Miliuner Alan Howard, CEO  Nazara Technologies Manish Agarwal, CEO Hungama Digital Media Neeraj Roy, Mobile CEO  Premier League Sai Srinivas, Pendiri WazirX Siddharth Menon, Utsav Somani dari AngelList India, Pendiri DrumWorks Nameet Potnis, and CEO WinZo Paavan Nanda.

Sebelum pendanaan ini, IndiGG telah mendapatkan modal awal dari YGG sebesar $1 Juta. Tujuannya adalah membantu perusahaan Filipina tersebut masuk ke India sebagai sub-DAO.

YGG sendiri adalah salahs atu Guild pertama yang berhasil mendunia. Tujuannya adalah mendanai dan membimbing pemain game blockchain agar bisa bermain dan berbagi keuntungan.

Game berbasis blockchain adalah cara agar keuntungan dari barang yang ada di game dapat dimiliki secara sepenuhnya oleh pemain.

Dengan kepemilikan penuh , pemain dapat menjual barang dalam NFT atau Non Fungible Token yang berada di game untuk mendapat uang.

Kolaborasi dengan Blockchain Polygon

Dalam sebuah ekosistem game blockchain terdapat sebuah DAO. Tujuannya adalah menjaga tidak ada satu pihak yang berkuasa dan semua terjadi melalui proses persetujuan pemain.

Saat ini terdapat DAO yang berperan sebagai Guild atau pendukung untuk ekosistem game blockchain agar kemudahan untuk bermain terus meningkat.

Guild sendiri umumnya berperan untuk mendanai dan bisa juga melatih pemain agar lebih untung saat bermain game blockchain.

Akibat besarnya Guild, terdapat kebutuhan untuk desentralisasi agar bisa masuk ke cakupan lebih spesifik. Karena itu, muncul Sub-DAO seperti YGG dan IndiGG.

Mengingat seluruh proyek crypto terjadi pada blockchain, IndiGG juga akan berdiri pada blockchain, dan yang digunakan nampaknya adalah Blockchain Polygon. Pendiri Polygon menyatakan,

“Melalui ekosistem Polygon (MATIC) kami telah melihat pertumbuhan dalam dunia ekonomi virtual yang dikendalikan pemain proyek game blockchain itu sendiri. Kami juga memahami pertumbuhan proyek game blockchain yang dibangun secara penuh. Tujuan kami berkolaborasi dengan YGG untuk proyek IndiGG adalah untuk membantu pertumbuhan adopsi Web 3.0 terutama untuk lebih dari 400 Juta masyarakat.”

IndiGG juga memastikan pendanaan akan digunakan untuk pertumbuhan perusahaan dan adopsi Web 3 di dunia game blockchain.

Dipublikasi bahwa IndiGG akan segera mendukung aset permainan seperti Axie infinity, Pegaxy, Fancy Birds, Nyan Heroes, and Nitro League di tahap awal kolaborasinya dengan Polygon.

Selebih lagi, IndiGG juga akan mengadakan scholarship atau kerja sama untuk pemain yang butuh modal. Caranya adalah melalui penyewaan modal NFT untuk bermain.

Polygon juga akan memastikan ekosistem permainannya seperti Zed Run, Skyweaver by Horizon Games, Decentraland, dan Decentral Games akan tersedia untuk pihak IndiGG.

Pertumbuhan Game Blockchain di India

Saat ini pertumbuhan game berbasis blockchain dan proyek crypto yang mendukungnya telah sangat meningkat di India.

Kesuksesan pengumpulan modal dari IndiGG mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi pasar ini di India yang bahkan saat ini masih bersaing dengan Indonesia.

Beberapa CEO di bidang ini seperti Harsh Jain juga menyatakan bahwa potensi pasar sektor permainan berbasis blockchain dapat tumbuh dengan baik.

Di luar itu, beberapa perusahaan analisis data sektoral seperti Moneycontrol juga menyatakan bahwa Blockchain dan NFT Game akan menjadi fenomena besar di Tahun 2022.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.