Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 5 min read
Sebuah laporan menemukan, virus Trojan baru yang disebut Alien menyerang aplikasi crypto di ponsel berbasis Android. Malware komputer ini menargetkan beberapa wallet dari platform terkenal seperti Coinbase, Blockchain.com, dan Luno.
Jenis malware baru ini memiliki dasar trojan Cerberus yang terkenal sangat lihai dalam melancarkan aksinya dalam merusak data file yang diserangnya. Malware tersebut membawa malapetaka di Google Play Store sampai tim pengembang harus turun tangan dengan terus berupaya membasmi Ceberus ini dengan Google Play Protect.
Alien ini menargetkan 226 aplikasi Android yang sebagian besar berada di industri perbankan. Selain mencuri kredensial penggunanya, malware ini dapat menyusup ke dalam aplikasi, menghapus aplikasi tersebut, dan bahkan menghambat update serta pemberitahuan terbaru dari aplikasi yang diserang.
Baca juga: Malware Glupteba Gunakan Jaringan Bitcoin Kirim Pesan Rahasia
Belum diketahui dari mana target-taget malware tersebut didapatkan. Pasalnya, malware tersebut terlihat menyerang secara acak tanpa melihat seberapa besar perusahaan dari platform besar tersebut berasal. Hal ini terlihat dari penyerangan terhadap Luno yang terbilang perusahaan yang lebih kecil dibandingkan Coinbase dan Blockchain.com. Sedangkan, Binance yang merupakan raksasa di bidang cryptocurrency, terhindar dalam penyerangan ini.
Informasi ini dapat dibaca kembali di sini
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.