Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 8 min read
Ethereum 2.0 telah lulus audit awal. Namun, ulasan tersebut menyoroti dua vektor serangan yang bisa terbukti menyulitkan bagi pengembang.
Upgrade Ethereum 2.0 yang sangat dinanti telah berhasil melewati audit kerangka dan basis kode. Namun, sementara ulasan umumnya menyetujui desain, tapi ada beberapa vektor yang bisa menjadi kelemahan secara potensial.
Baca juga: 359 Perusahaan Bangun Protokol di Ethereum
Auditor konsultan keamanan Least Authority memuji ETH 2.0 untuk spesifikasinya yang dipikirkan dengan baik dan menempatkan penekanan khusus pada desain keamanan yang komprehensif.
ETH 2.0 akan menjadi salah satu jaringan Proof-of-Stake (PoS) pertama yang menggunakan sharding teknik partisi yang dirancang untuk menyebarkan beban pada blockchain Ethereum. Dengan demikian, sementara ETH 2.0 telah lulus uji awal, tetapi sistem sharding yang sebanding terbukti menjadi sebuah tantangan untuk diaudit Least Authority.
“Karena tidak ada implementasi sistem PoS skala besar lainnya saat ini dalam produksi, mengaudit Spesifikasi Ethereum 2.0 memberikan tantangan tertentu kepada tim kami dan menjadikan ulasan ini sangat menarik,” demikian bunyi laporan tersebut.
Sementara tinjauan optimis pada utamanya, auditor memang menyoroti beberapa vektor serangan yang timbul dari kerentanan dalam mekanisme pengusul blok, dan lapisan jaringan peer-to-peer.
Namun, laporan tersebut menyatakan bahwa peninjauan kembali didasarkan pada spesifikasi daripada implementasi kode, yang menyiratkan bahwa vektor serangan yang disebutkan di atas bersifat teoritis dan bukan khusus untuk ETH 2.0.
Namun demikian, pengembang Ethereum yang bekerja bersama Least Authority mengakui perlunya peninjauan lebih lanjut. ETH 2.0 akan memiliki peluncuran 6 fase.
Setelah beberapa kesalahan dimulai, fase 0 secara tentatif akan diluncurkan pada bulan Juli dan memberikan waktu ke developer dalam beberapa bulan untuk menyelesaikan semua hambatan yang tersisa.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.