Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Hashrate Jaringan Ethereum Tertinggi, Saat Token DeFi Rally

Wafa Hasnaghina     Saturday, August 15 2020

Data terbaru dari glassnode dan Etherscan menunjukkan hashrate Ethereum naik ke level tertinggi 20-bulan. Hal ini membuat trader optimis terhadap kenaikan harga Ether selanjutnya, yang diharapkan akan menuju level tertinggi baru di tahun 2020 ini.

Peningkatan eksplosif hashrate Ethereum ini tampaknya sangat dipengaruhi oleh sektor Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) yang berkembang pesat. Pada 13 Agustus 2020 saja, hashrate berada di 201.000.000 GH per detik. Tingkat ini belum pernah terjadi sejak 2018 silam.

Dalam beberapa minggu terakhir, permintaan Ether meningkat secara signifikan. Namun, hal ini membuat beberapa efek samping. Pasalnya, sejak pertengahan Juni lalu semakin banyak pengguna mulai menggunakan platform DeFi dan Uniswap, hal ini sempat membuat jaringan Ethereum terhambat dan membuat biaya transaksi menjadi meningkat mendekati rekor tertingginya. 

Apakah Hashrate yang Lebih Tinggi Baik Untuk Ethereum?

Hashrate yang melonjak, harga Ether, dan kenaikan biaya menandakan bahwa aktivitas pengguna blockchain Ethereum meningkat. Momentum ini didorong dari pertumbuhan DeFi dan menunjukkan bahwa dasar-dasar Ethereum telah menguat.

Selain itu, kenaikan ini juga disebabkan dengan meningkatnya revenue penambang dari biaya yang ada. Jika jaringan sedang terhambat, pengguna biasanya akan bersaing satu sama lain dengan juga memasang biaya gas atau transaksi yang lebih tinggi.

Persaingan ini terkadang menyebabkan biaya yang lebih tinggi ini mau tidak mau akan memaksa lebih banyak penambang untuk menggunakan jaringan Ethereum, yang mengarah pada peningkatan hashrate.

Para peneliti di Glassnode menjelaskan, revenue penambang dari biaya Ethereum baru-baru ini mencapai titik all-time-high sebesar 18%.

Revenue penambang dari biaya di Ethereum telah meroket dalam dua bulan terakhir, mencapai titik all-time-high sekitar 18% (moving average 30 hari). Sebaliknya, hal ini membawa Fee Ratio Multiple (FRM) dari posisi terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Ethereum. Dibuat oleh Teo Leibowitz, Fee Ratio Multiple (FRM) didefinisikan sebagai rasio antara total pendapatan penambang dan biaya transaksi. FRM menunjukkan seberapa aman sebuah jaringan setelah blok rewards hilang. “

Biaya Ether Melebihi Biaya Bitcoin

Dalam beberapa minggu terakhir, pembahasan seputar Uniswap dan protokol DeFi baru, seperti Yam Finance, menyebabkan biaya Ethereum melebihi biaya Bitcoin. 

Beberapa kritikus berpendapat biaya yang tinggi pada jaringan Ethereum berdampak negatif pada pengguna dan mempersulit user experience.

Pendapat lainnya menunjukkan kenaikan biaya ini menandakan aktivitas pengguna jaringan meningkat yang menyebabkan hashrate juga ikut tinggi. Hal ini juga menunjukkan bahwa kondisi jaringan sangat sehat apalagi jika dibandingkan dengan kondisi pasar ketika bearish pada 2018 silam. Saat itu, banyak investor kripto yang mengkritik kurangnya pengguna dApps berbasis Ethereum.

Selain itu, hashrate ini juga berfungsi sebagai metrik penting untuk melihat keamanan jaringan blockchain Ethereum ini sendiri, selama Ethereum masih menggunakan prinsip Proof-of-Work (PoW) di dalam jaringannya.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini