Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 5 min read

BTC kembali menyentuh harga tertinggi tahun 2023 di harga US$44.530 (6/12/23) pukul 05.00 WIB. Kenaikan harga ini menyebabkan valuasi Bitcoin mengalahkan valuasi perusahaan milik Mark Zuckerberg, Meta dan perusahaan milik Warren Buffet, Berkshire Hathaway.
Harga Bitcoin sempat menyentuh US$44.530, harga tertinggi tahun ini, dan per artikel ini ditulis (6/12/23) Bitcoin diperdagangkan pada harga US$43.892. Hanya dalam sepekan, Bitcoin mencatatkan kenaikan +17%, dimana kenaikan yang signifikan untuk aset berkapitalisasi pasar besar. Secara keseluruhan, Bitcoin telah naik +165% year to date (YTD).

Dengan meningkatnya harga Bitcoin, valuasi pun juga meningkat dengan valuasi Bitcoin menyentuh US$857,3 miliar. Nilai valuasi ini telah melewati perusahaan besar ternama seperti Meta (sebelumnya Facebook) dengan valuasi US$821,9 miliar dan Berkshire Hathaway dengan valuasi US$776,7 miliar.


Baca juga: Menuju Bitcoin Halving 2024: Semua yang Perlu Dipersiapkan Investor
Kenaikan harga Bitcoin yang signifikan nyatanya tidak menyenangkan bagi semua orang, terutama trader yang memasang posisi SHORT pada pasang perdagangan Bitcoin. Berdasarkan data Coinglass, terdapat US$248 juta atau sekitar Rp3,8 triliun posisi futures yang terlikuidasi dalam 24 jam terakhir.

Terdapat 65,48% posisi SHORT dan 34,52% posisi LONG yang terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, menunjukkan bahwa trader tidak menduga Bitcoin akan mengalami kenaikan lagi setelah menyentuh level harga di atas US$40.000.
Pasang perdagangan Bitcoin menjadi penyumbang likuidasi terbesar yakni US$113,71 juta. Ethereum menempati tempat kedua dengan total likuidasi US$36,57 juta. Token BRC-20 ORDI menempati peringkat ketiga penyumbang likuidasi dengan US$10 juta.
Baca juga: Token ORDI dan BIGTIME Pimpin Likuidasi Altcoin di Pasar Futures
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.