Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Hampir $16k, Analis Peringkatkan Koreksi pada Bitcoin

Wafa Hasnaghina     Thursday, November 12 2020

Setelah melayang pada kisaran $15.300-$15.800, Bitcoin mulai menunjukan tanda-tanda menembus level $16.000. 

Melihat dari data historis pada Bitcoin, analis memperkirakan akan ada sedikit koreksi ketika Bitcoin mencapai all-time-high dalam 3 tahun terakhir ini. Tarders yang memutuskan untuk membeli Bitcoin dalam kesempatan ini dinilai sebagai pengambil risiko yang handal. Pasalnya, kemarin, BTC/USD ditutup di atas level kurs yang lebih rendah dilihat dari sesi per jam sebelumnya.

Saat penulisan, Bitcoin sedang dalam masa konsolidasi untuk menembus level $16.000 seperti yang ditunjukan grafik di bawah ini.

Koreksi Bitcoin

Salah satu trader pseudonim dengan nama “Loma”, menyatakan Bitcoin akan mengalami koreksi ketika berhasil menembus level $16.000. Ia juga menjelaskan Bitcoin tidak akan “kehilangan” momentum bullish-nya untuk beberapa waktu ke depan.

Analis mengantisipasi level $16.000 sebagai level yang akan ditembus Bitcoin, sebelum akhirnya mencari posisi di wilayah $16.400-$16.700. Namun, ia merasa akan ada koreksi kembali di area tersebut sebelum akhirnya bullish kembali untuk bulan-bulan mendatang.

Pernyataannya ini juga didukung oleh seorang analis finansial yang berfokus pada crypto, Tony Vays. Ia menyatakan akan ada pullback sebelum akhirnya mencapai target di $20.000 yang sebelumnya merupakan nilai all-time-high Bitcoin.

Rasio Long dan Short Bitcoin

Peringatan bearish juga muncul dari pasar derivatif Bitcoin.

Data diambil oleh DataMish.com terkait dengan ketidakseimbangan antara posisi Long dan Short yang masih terbuka. Pada waktu perilisan, sekitar 76,24 persen perdagangan mengambil Long, sedangkan sisanya mengambil langkah Short. Hal tersebut membuat seluruh pasar Bitcoin pada risiko likuidasi panjang besar-besaran jika tren harga saat ini berbalik.

Hal yang sama pernah terjadi pada Maret 2020 lalu, ketika harga jatuh spot-led ketika pasar salah memperkirakan bulls. Aliran likuidasi besar-besaran terjadi, membuat pasangan BTC/USD mencapai titik terendahnya di kisaran $3.858.

Skenario kali ini, kepercayaan terhadap pasar bullish sangat besar. Hal ini terjadi lantaran, masalah terkait tingkat suku bunga rendah dan tingkat stimulus moneter di Amerika Serikat (AS). Banyak investor, perusahaan aset, dan perusahaan lain masuk ke industri crypto dan memasukan Bitcoin sebagai portofolio mereka. 

Berdasarkan hal tersebut, banyak trader kecil mempertahankan koin mereka untuk jangka panjang, sebab melihat bullish dengan cara yang bias.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini