Fidelity Siap Tawarkan Perdagangan Crypto Dalam Beberapa Minggu Lagi!

By Aulia Medina     Thursday, May 9 2019

Investasi Fidelity sudah memulai layanan penitipan untuk menyimpan di awal tahun ini dan akan memperjualbelikan aset digital paling populer di dunia untuk pelanggan institusional dalam beberapa minggu menurut seseorang yang tahu akan berita ini.

Perusahaan yang berbasis di Boston ini adalah salah satu manajer aset paling besar di dunia yang diciptakan oleh Fidelity Digital Asset pada Oktober dengan taruhan selera dagang Wall Street dan keamanan mata uang digital akan meningkat. Ini juga yang membuat Fidelity selangkah lebih tinggi dari para kompetitornya yang sebagian besar tidak memiliki perkembangan yang baik. Perusahaan ini berkata pada bulan Oktober lalu bahwa mereka menawarkan eksekusi perdagangan over-the-counter dan cara pembelian untuk bitcoin tahun ini.

Baca juga: Bitcoin Whale Pindahkan $212 Juta Dengan Biaya Transaksi $3.93

Seorang sumber mengatakan bahwa Fidelity akan bergabung dengan broker E*Trade Financial Corp dan Robinhood dalam menawarkan perdagangan mata uang digital kepada klien, walaupun Fidelity hanya menargetkan pelanggan institusional dan tidak menawarkan kepada investor seperti E*Trade dan Robinhood. Sebuah studi yang dirilis oleh Fidelity pada 2 Mei lalu menemukan bahwa 47% dari investor institusional berpikir bahwa aset digital berharga untuk diinvestasikan.

“Pada saat ini kami telah memilih sejumlah klien yang kami dukung di platform kami,” menurut  Arlene Robert yang merupakan juru bicara Fidelity di sebuah email. “Kami akan melanjutkan layanan kami dalam beberapa minggu dan bulan kedepan tergantung kebutuhan klien kami, yurisdiksi, dan faktor lainnya. Saat ini, fokus penawaran kami ada pada bitcoin.”

Menurut survey yang dipertanyakan kepada 441 investor institusional dari mulai bulan November ke Februari, sebanyak 72% memilih membeli produk investasi yang memiliki aset digital, sementara 57% lainnya memilih membeli mereka secara langsung.

Rintangan untuk membuat crypto mudah diterima di kalangan investor adalah seringnya crypto dikaitkan dengan penipuan, pencurian dan pelanggaran hukum. Kasus terbaru adalah Jaksa Agung New York menuduh Bitfinex, salah satu crypto exchange terbesar menyembunyikan kerugian sekitar $850 juta dalam kas klien dan perusahaan.

Sumber