Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Exchange Singapura Berhasil Mengujicoba Blockchain untuk Token Aset

Aulia Medina     Thursday, November 15 2018

SGX (Singapore Exchange Limited), bersama dengan Otoritas Moneter Singapura (MAS), telah berhasil mengujicoba penggunaan teknologi blockchain untuk penyelesaian token aset, seperti dikutip dari SGX (11/11).

Laporan tersebut mengungkap data pada uji coba yang dimulai pada Agustus, sesaat setelah MAS dan SGX bermitra dengan pasar saham AS Nasdaq, perusahaan konsultan Deloitte, dan perusahaan teknologi Singapura Anquan. Mitra-mitra tersebut telah mengembangkan solusi berteknologi blockchain untuk Delivery versus Payment (DvP), sebuah prosedur penyelesaian di mana pembayaran pembeli demi keamanan dilakukan pada saat pengiriman.

Uji coba tersebut menunjukkan bahwa institusi keuangan dan investor perusahaan mampu menjalankan exchange dan penyelesaian akhir dari token aset pada platform blockchain yang berbeda secara bersamaan. SGX meyakini hal ini akan membuat kinerja operasional lebih efisien dan mengurangi resiko penyelesaian. Lebih lanjut, teknologi ini bisa membantu proses penyelesaian DvP secara otomatis menggunakan smart contract.

Artikel terkait: Singapura Mulai Melirik Platform Blockchain untuk Token Sekuritas

Tinku Gupta, Ketua Teknologi SGX, juga mengungkap bahwa exchange tersebut telah mengajukan hak paten pertama mereka:

“Berdasarkan metodologi unik yang dikembangkan SGX untuk memungkinkan interoperabilitas real-world dari banyak platform, sebagaimana dengan pertukaran serentak dari token digital dan sekuritas, kami telah mengajukan hak paten teknologi pertama kami.”

Seperti dilaporkan Cointelegraph, beberapa perusahaan yang berbasis di Singapura tengah menguji coba solusi blockchain dalam area yang berbeda.

Sebagai contoh, pada Juli, penyedia layanan lokal milik pemerintah, CrimsonLogic, meresmikan network blockchain lintas batas bagi perdagangan global untuk meningkatkan efisiensi koridor perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Pada Oktober, sebuah perusahaan penyedia listrik dan transmisi gas di Singapura, SP Group, merilis marketplace energi terbarukan dengan teknologi blockchain yang membeli dan menjual energi energi matahari di seluruh dunia.

Pada akhir Oktober, Nasdaq juga memenangkan hak paten AS untuk sistem informasi berbasis smart contract yang memungkinkan untuk menyimpan data sebelum dirilis. Bursa saham masih menunggu keputusan bagi paten terkait blockchain lainnya.

Sumber: Cointelegraph