eToro Luncurkan Full Crypto Exchange dan 8 Custom Stablecoins

Aulia Medina

22nd April, 2019

Anak perusahaan blockchain dari platform investasi sosial eToro baru saja meluncurkan cryptocurrency exchange bersamaan dengan delapan stablecoin bermerek.

Platform baru ini dikelola oleh eToroX  yang diatur oleh Gibraltar Financial Services Commission, perusahaan tersebut mengumumkannya pada Selasa lalu.

Perdagangan dalam enak mata uang crypto akan ditawarkan saat peluncuran: bitcoin (BTC), bitcoin cash (BCH), ether (ETH), XRP, litecoin (LTC) dan dash. Juga tersedia 37 pasangan crypto-to-fiat, misalnya BTC / USD dan XRP / GBP.

Perusahaan itu juga menerbitkan token bermerek eToro yang dipatok pada delapan mata uang, termasuk eToro dolar Amerika Serikat (USDEX), eToro yen Jepang (JPYX) dan eToro Euro (EURX), dengan yang lain tersedia untuk pound Sterling; Dolar Australia, Kanada, dan Selandia Baru; dan franc Swiss.

Baca juga: Magic Leap Buka Lowongan Bagi Insinyur Blockchain

Exchange akan menambah lebih banyak cryptocurrency, stablecoin dan token “dalam beberapa minggu mendatang,” kata direktur pelaksana eToroX Doron Rosenblum, menambahkan bahwa perusahaan juga akan bekerja dengan pertukaran cryptocurrency lain untuk “mendorong” mereka untuk mendaftarkan stablecoinnya.

CEO dan co-founder eToro, Yoni Assia, mengatakan:

“Seperti halnya eToro telah membuka pasar tradisional bagi para investor, kami ingin melakukan hal yang sama di dunia yang ditokenisasi. Blockchain pada akhirnya akan ‘memakan’ layanan keuangan tradisional melalui tokenisasi.”

“Transfer kekayaan terbesar” akan terjadi ketika jasa keuangan bergerak ke blockchain, Assia mengatakan, menambahkan bahwa tokenisasi semua kelas aset tradisional, termasuk seni, properti, dan bahkan kekayaan intelektual, pada akhirnya akan terjadi.

Bulan lalu, eToro juga meluncurkan platform jual beli cryptocurrency dan layanan dompet di AS. Platform ini memungkinkan pelanggan AS dari 32 negara bagian dan teritori untuk berdagang 13 cryptocurrency. Perusahaan juga mengharapkan untuk memulai perdagangan multi-aset di Q1 tahun depan, katanya.

Sumber