Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ethereum Raih Harga Tertinggi, Hati-hati Ada Potensi Koreksi

Naufal Muhammad     Wednesday, February 3 2021

Ethereum baru saja raih harga tertinggi di sekitar $1.549 di bursa Coinbase yang setara dengan Rp21.693.435 pada kurs Dolar Amerika hari ini.

Terdapat beberapa sentimen yang mendorong harga Ethereum naik walau saat ini sedang terkoreksi kembali. Namun beberapa sentimen ini nampaknya akan membantu apresiasi di 2021.

Ethereum Raih Harga Tertinggi Baru

Harga Ethereum (ETH) baru saja menyentuh harga tertingginya setelah sebelumnya stagnan berkonsolidasi di pertengahan hingga akhir Januari 2021.

Pencapaian ini merupakan pencapaian kedua di 2021 untuk Ethereum akibat sebelumnya di Bulan Januari, Ethereum juga berhasil mencapai harga tertinggi barunya di atas $1.400.

Dikabarkan terdapat beberapa sentimen positif yang mendorong apresiasi ini untuk terjadi yang berasal dari faktor eksternal dan juga faktor internal.

Penyebab Apresiasi ke Harga Tertinggi Baru

Faktor pertama yang menjadi penyebab apresiasi nampaknya adalah pergerakan naik dari Bitcoin. Bitcoin baru saja naik sekitar 5% dari zona konsolidasi awalnya beberapa hari terakhir.

Apresiasi tersebut nampaknya terjadi sebagian besar akibat Elon Musk yang menunjukkan sentimen positif terhadap Bitcoin. Sehingga mengingat korelasi harga Ethereum dan Bitcoin sangat kuat, Ethereum ikut naik.

Baca juga: Rasio Bitcoin dan Stablecoin Turun, Bitcoin Naik Lagi?

Namun, Ethereum juga memiliki beberapa faktor internal seperti jumlah nilai terkunci (TVL) yang naik hingga mencapai $28 Triliun di protokol DeFi yang berbasis jaringan Ethereum.

Jaringan ETH2 juga menjadi jaringan terbesar ketiga dalam perihal staking dengan kapitalisasi sebesar $3,6 Miliar bersama Ethereum sendiri yang memiliki 2,5 Juta persediaan terkunci.

Jumlah ini menandakan kepercayaan pada Ethereum akibat TVL tersebut tidak dapat ditarik yang menandakan investasi jangka panjang.

Grayscale juga menjadi salah satu penyebab apresiasi dengan pembukaan kembali pengelolaan Reksadana Ethereumnya setelah di Desember 2020 memberhentikan jasa tersebut.

Persepsi Positif Walau Memiliki Potensi Koreksi

Saat ini nampaknya akibat beberapa sentimen tersebut, Ethereum sedang memiliki persepsi positif, terutama untuk Tahun 2021.

Namun, terdapat satu sentimen yang masih berpotensi negatif dan juga positif, yaitu peluncuran kontrak futures Ethereum oleh CME pada 8 Februari 2021.

Kontrak ini seharusnya menjadi sentimen positif untuk Ethereum akibat semakin banyak pihak yang dapat masuk merasakan Ethereum terutama investor institusional.

Baca juga: 3 Alasan Ini Sebut Ethereum Bisa Raih Rp 28,2 Juta

Kegunaan kontrak ini dapat dijadikan sebagai pengaman atau hedging sehingga Ethereum dapat memiliki sentimen baru dari kontrak derivatif tersebut.

Namun, potensi sentimen negatif datang dari cerminan pergerakan Bitcoin yang jatuh harganya saat peluncuran kontrak futures dari CME terjadi.

Jika melihat pergerakan harga, umumnya setelah menyentuh harga tertinggi, Ethereum akan koreksi. Saat ini kemungkinan koreksi muncul jika daerah $1.500 dapat ditembus.

Baca juga: Habis ATH, Ethereum Langsung Koreksi, Saatnya Beli?

Namun mengingat sebelumnya jika Indikator MACD masih naik walau RSI bergerak di zona overbought Ethereum masih bergerak naik, hal yang sama nampaknya akan terjadi.

Sehingga koreksi kecil kemungkinan terjadi menuju daerah antara $1.500 dan $1.430. Tetapi mengingat harga masih kuat naik, Jika batas atas pada $1.545 saat ini dapat ditembus, kemungkinan target berikutnya berada di sekitar $1.630 yang berada di titik 161,8% Fibonacci.

Mengingat harga yang naik dari titik 61,8%, yang merupakan rasio emas, kemungkinan besar ke depannya apresiasi untuk Ethereum masih sangat kuat. Tapi saat ini tanggal 8 Februari 2021 perlu diwaspadai.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini