Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Airdrop crypto · 7 min read

Protokol DeFi, Ethena Labs (ENA), bersiap untuk menggelar airdrop 750 juta token ENA pada tanggal 2 April 2024. Jumlah tersebut merupakan 5% dari total 15 miliar token ENA.
Token ENA akan diberikan kepada pemegang “shards”, unit digital yang mengukur tingkat keterlibatan pengguna dengan protokol. Besaran token yang diterima akan bergantung pada jumlah “shards” yang berhasil dikumpulkan hingga tanggal 1 April. Pengguna harus mempertahankan staking USDe mereka atau menyimpannya di protokol Ethena agar memenuhi syarat untuk menerima token airdrop.
Peran ENA dalam tata kelola Ethena Labs akan sangat penting, dimana token ini akan digunakan untuk mengambil keputusan terkait kerangka kerja manajemen risiko, komposisi dukungan USDe, paparan bursa dan kustodian, alokasi hibah komunitas, ukuran Dana Cadangan, dan aspek lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem.
Airdrop ENA ini merupakan bagian dari kampanye Ethena Shards yang berlangsung selama enam minggu, yang berhasil mencuri perhatian investor dan menghasilkan kenaikan nilai USDe hingga mencapai US$1,3 miliar.
Pencapaian tersebut menjadikan USDe sebagai aset berdenominasi USD tercepat yang berhasil melampaui pasokan sebesar US$1 miliar, menurut laporan Ethena Labs.
Sejauh ini, Ethena Labs telah berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$20,5 juta dalam dua putaran pendanaan. Partisipasi investor ternama seperti Galaxy Digital, OKX, Dragonfly, Binance Labs, dan Bybit, telah membantu menetapkan valuasi Ethena Labs sebesar US$300 juta, menurut data yang dilaporkan oleh CoinGecko.
Baca juga: Liquid Restaking Ether.fi Raih US$23 Juta Pendanaan Seri A
Sementara itu, Ethena Labs tidak luput dari kontroversi. Pada 19 Februari, pengumuman imbal hasil sebesar 27% pada stablecoin USDe memicu kehebohan di industri kripto. Kendati demikian, stablecoin sintetis ini mendapat pujian atas arsitektur inovatifnya, yang menggabungkan staking Ethereum dan lindung nilai terhadap stETH dengan posisi shorts ETH di bursa terpusat. Hal ini memberikan kestabilan pada USDe sambil memberikan imbal hasil kepada pemegang stablecoin.
Dilansir dari The Defiant, menurut Austin Campbell, pendiri dan mitra pengelola dari perusahaan konsultasi Zero Knowledge, Ethena Labs merupakan “eksperimen yang menarik” yang menggantikan risiko kredit dengan risiko harga.
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Ryan Watkins, salah satu pendiri Synccracy Capital, yang melihat USDe sebagai produk terstruktur yang menyediakan sumber likuiditas yang penting.
Baca juga: USDe Ethena Berikan Yield Tinggi, Investor Khawatir Kasus Terra Terulang
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.