Program Rewards Uniswap Selesai, Ada Eksodus Lebih dari $1 Miliar

Wafa Hasnaghina

17th November, 2020

Per tanggal 17 November 2020 menandai sebagai hari terakhir program penambangan likuiditas. Dalam waktu kurang dari 24 jam, lebih dari $1 miliar atau sekitar 40% dari likuiditas keluar dari protokol. Hal ini menggeser posisi Uniswap sebagai prokotol DeFi nomer satu menjadi nomer tiga berdasarkan Total Value Locked (TVL).

Pools tersebut “mengering” lantaran banyak agunan yang berpindah ke protokol lain. Nilai itu semula berada dikisaran $2,5 miliar dan menjadi $960 juta dalam dalam sekejap.

Dilihat dari data di Defipulse, lebih dari 1,3 juta ETH berpindah dari protokol ini ke protokol lain. Ketika terjadi perpindahan, nilai ETH berada di kisaran $465 per ETH.

Pemilihan Darurat Uniswap

Sebagai tanggapan atas eksodus ini, jajak pendapat akhirnya dilakukan oleh komunitas UNISWAP untuk mengukur seberapa besar komunitas ingin tetap menerima distribusi token yang mereka miliki atau melakukan farms pada token UNI. 

Pada saat perilisan, dua address dari whales dengan 30 ribu UNI mempengaruhi pemungutan suara menjadi “YES” dan mengarahkan pada keputusan akan diteruskannya liquidity farming. Cooper Turley, menjelaskan

“(Sebenarnya) sasaran proposal ini adalah untuk ‘mempertahankan status quo’, menggunakan pengurangan rewards sebagai cara melanjutkan distribusi lantaran kita berusaha untuk mengoptimalkan alokasi dalam jangka menengah.”

Jika keputusan ini disepakati, akan ada proposal kedua untuk memperpanjang insentif farming dua bulan ke depan tetapi dengan setengah dari tingkat distribusi saat ini.

Uniswap Bukan Lagi Protokol DeFi Teratas

Eksodus besar-besaran pengguna menguntungkan protokol DeFi lainnya yang akhirnya mengambil posisi teratas dan disusul oleh Wrapped Bitcoin dengan TVL $2 miliar. Sedangkan, Uniswap pindah ke posisi ke-3. 

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini