Eksklusif Token2049 Singapura: CEO AAVE Optimis DeFi Bangkit Lagi

Naufal Muhammad

28th September, 2022

Pada acara Token2049 di Singapura, Coinvestasi menghadiri sesi khusus terkait Decentralized Finance atau DeFi dan bagaimana DeFi akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam sesi tersebut Pendiri dan CEO AAVE, Stani Kulechov terkait alasan bagaimana DeFi akan tumbuh lagi walau saat ini kondisinya terlihat buruk. 

Alasan DeFi Bangkit Lagi Menurut CEO AAVE

Sesi topik tersebut diisi oleh tokoh ternama di industri DeFi seperti CEO dan Pendiri dari Wintermute dan Kepala Legal dari Uniswap Labs. 

Sesi Scaling DeFi Towards Mass Adoption. Miss. Tascha (CEO Alpha Venture), Stani Kulechov (CEO AAVE), Eric Wall (Blockchain Researcher), Evgeny Gaevoy (CEO Wintermute), Marvin Ammori (Chief Legal Officer Uniswap Labs)

Dalam sesi tersebut terdapat pertanyaan dari moderator terkait bagaimana pandangan narasumber terkait apa alasan DeFi akan kembali tumbuh walau saat ini kondisinya buruk. 

Terdapat pernyataan menarik dari Pendiri dan CEO AAVE dimana ia menyatakan bahwa saat ini ada potensi perubahan paradigma saat melihat sektor DeFi. 

“Sebelumnya dengan keuntungan yang tinggi di DeFi,  banyak yang tertarik untuk menyimpan dana. Namun dengan semua keuntungan yang turun di bear market, ada sisi positif dimana kita semua telah menciptakan likuiditas secara global yang membuat adanya kemungkinan akses yang adil dalam sistem keuangan, karena semua likuiditas dana yang terkumpul ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomi secara nyata karena rendahnya biaya. (…) Ini bisa membuat adanya perubahan paradigma yang membuat DeFi bangkit lagi,” ujarnya.  

Dari pernyataan tersebut dapat diambil paradigma baru dimana dana dan teknologi yang ada saat ini di industri DeFi dapat diubah dari sebelumnya hanya digunakan untuk mencari keuntungan tinggi menjadi untuk membantu perekonomian secara nyata. 

Melalui keuntungan yang kecil saat ini, Kulechov merasa bahwa DeFi dapat kembali ke tujuan awalnya dibentuk yaitu untuk memberi sistem keuangan yang adil dan bisa diakses oleh semuanya. 

Sebab, dengan keuntungan yang kecil, maka untuk yang ingin mendapatkan akses dan harus membayar biaya, biaya itu juga menjadi kecil. Contoh melalui pinjaman, karena bunga imbalan meminjamkan turun, maka biaya meminjam juga turun. 

Ia menjelaskan kembali dengan kasus pengalamannya di Argentina dimana terdapat individu yang tidak bisa mengakses dananya sendiri serta kesulitan untuk mendapat jasa keuangan karena kondisi perekonomiannya dan pihak ketiga atau pemberi jasa keuangan yang tidak bertanggung jawab. 

Baca juga: Apa Itu Aave? Panduan Untuk Pemula dalam 3 Menit

Penjelasan tersebut diberikan untuk menekankan urgensi adopsi DeFi karena dapat menghilangkan permasalahan yang ada di cerita pengalamannya di Argentina. 

Selanjutnya ia menanggapi skeptisme yang berada di sekitar adopsi DeFi terutama terkait banyaknya peretasan dan kebangkrutan. Ia menyatakan, 

“Saya ingat dulu jika ingin belanja online dengan kartu kredit, sebelum bisa memberi informasi kita harus mencari apakah situs itu aman atau tidak. DeFi saat ini berada di tahap yang sama dimana kita masih harus memilih mana platform yang aman, dan ini wajar karena masih tahap awal.”

Dari ceritanya tersebut ia menjelaskan bahwa saat ini DeFi juga masih di tahap awal inovasi layaknya banyak inovasi di sistem keuangan tradisional saat ini di fase awalnya. 

Sehingga lama-kelamaan menurutnya akan banyak solusi dan inovasi di dunia DeFi dan adopsi DeFi akan semakin tumbuh besar walau saat ini kondisinya buruk.

Kerjasama Sistem Keuangan Tradisional dan DeFi 

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut akan terjadi dengan adanya kerjasama antara pemerintah, sistem keuangan tradisional, dan DeFi. 

Stani merasa bahwa industri tersebut bisa diregulasi dan perlu diawasi dengan ketat namun diberi kelonggaran agar bisa tetap tumbuh dalam jangka panjang. 

Sehingga ia merasa bahwa pembuat kebijakan juga harus mempelajari industri ini agar bisa memberi kebijakan dan peraturan yang menjaga keamanan investor serta memberi ruang tumbuh untuk inovasi DeFi. 

Selanjutnya ia menyatakan pandangannya terkait integrasi antara sistem keuangan tradisional dan DeFi. Ia menyatakan, 

“Dengan DeFi, terdapat keuntungan jelas dimana terdapat transparansi dan kepemilikan penuh dari dana, serta adanya perlindungan secara sisi teknikal. (…) Nantinya mayoritas sistem keuangan akan mengadopsi teknologi blockchain dan DeFi sehingga edukasi menjadi lebih penting seperti layaknya saat terjadi inovasi. (…) Jadi nantinya pelaku pasar keuangan tradisional akan tetap ada bersama sistemnya namun mengadopsi teknologi DeFi sehingga mereka akan mengubah cara mereka bekerja.”

Melalui pernyataannya tersebut, Kulechov percaya bahwa kedepannya DeFi akan diadopsi dan terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional walau tidak secara murni dimana DeFi akan mengalahkan sistem keuangan tradisional, layaknya banyak narasi fanatik DeFi yang dilontarkan oleh pendukung fanatik kripto. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.