Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Dubai Rilis Platform Data Nasional Berbasis Blockchain

Wafa Hasnaghina     Sunday, August 2 2020

Departemen Pembangunan Ekonomi Dubai (DED) dan bank milik pemerintah Emirates NBD meluncurkan sebuah platform bernama Platform KYC Blockchain UEA, yang diatur sebagai sistem nasional dalam bertukar data pelanggan terverifikasi.

120 Perusahaan Lokal Sudah Terdaftar

Sejak pertama kali terungkap ke publik pada Febuari 2020 lalu, platform blockchain ini memang dirancang untuk membuka kunci orientasi digital pelanggan, fungsi rekening bank secara instan, dan berbagai data KYC yang sudah terverifikasi antara otoritas lisensi dan lembaga keuangan. 

Dalam sebuah laporan 28 Juli 2020, DED dan Emirates NBD menyatakan sudah ada sekitar 120 perusahaan yang terdaftar dengan bank dan rekening aktif dalam platform tersebut. 

Menurut pengumuman tersebut, Emirates NBD merupakan bank pertama yang mendaftarkan diri saat platform tersebut diluncurkan. Nantinya, bank-bank ini akan fokus di dalam perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, untuk memungkinkan mereka masuk secara digital. Mereka juga dapat langsung membuka rekening bank melalui E20 Digital Business Bank milik Emirates NBD.

Selama tahap pertama proyek tersebut, Perekonomian Dubai akan beralih dengan memindahkan semua lisensi perdagangan aktif ke dalam platform blockchain, dengan jumlah sekitar 40% dari semua lisensi perdagangan aktif di UAE.

Baca juga: Analis Blockchain: Bitcoin Dapat Hentikan Krisis Keuangan Masa Depan

Selaras dengan Visi Pemerintah Terkait Digitalisasi

Dilansir dari laporan sebelumnya, proyek ini didukung oleh otoritas lokal utama, termasuk Bank Sentral UEA dan kantor inovasi yang didukung pemerintah, Smart Dubai. Menurut DED dan Emirates NBD, platform ini akan segera menghadirkan layanan sejumlah bank termasuk Bank Komersial Dubai, Bank Komersial Abu Dhabi, HSBC, dan RakBank.

Omar Bushahab, kepala eksekutif pendaftaran bisnis dan sektor perizinan di DED, menegaskan bahwa Platform KYC Blockchain UEA ini sejalan dengan seruan pemerintah terkait dengan digitalisasi. Dia berkata:

“Ini menandai tonggak penting dalam pembangunan ekosistem UEA dalam berbagi data KYC dan digital onboarding instan perusahaan oleh lembaga keuangan. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah terkait dengan digitalisasi dan strategi tanpa kertas sebagai strategi penting yang memungkinkan pertumbuhan dan keberlanjutan. “

UAE muncul sebagai yurisdiksi global utama dalam beberapa tahun terakhir dengan sikap positif terhadap industri blockchain dan crypto. Awal tahu ini saja, Abu Dhabi Islamic Bank dilaporkan menjadi bank syariah pertama yang melakukan transaksi distribusi keuangan perdagangan menggunakan teknologi blockchain. Pasar Global Abu Dhabi, pusat keuangan internasional dan zona bebas juga dilaporkan bersiap untuk memulai perdagangan aset crypto pada tahun 2020.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini