Dominasi Bitcoin Jatuh ke Bawah 50%, Ini Dampak ke Pasar Crypto

Naufal Muhammad

30th April, 2021

Angka Dominasi Bitcoin baru saja jatuh ke bawah 50% pertama kali sejak 2018 yang merupakan sebuah pergerakan baru.

Banyak analis memprediksi penurunan dominasi ini akan menciptakan potensi apresiasi yang cukup tinggi, melihat pergerakan sebelumnya.

Dominasi Bitcoin Jatuh ke Bawah 50%

Saat ini dominasi Bitcoin berada di sekitar 49,3% yang merupakan angka terendahnya sejak awal Tahun 2018.

Mayoritas analis di pasar memprediksi bahwa pergerakan ini akan berujung positif akibat membuka jalan untuk apresiasi yang lebih tinggi.

Dominasi Bitcoin yang turun dapat berarti dua hal. Pertama adalah kemungkinan pasar akan terkoreksi, dan yang kedua adalah kemungkinan Altcoins akan naik.

Pada 2018, setelah Bitcoin jatuh ke angka dominasi di bawah 50% pergerakan selanjutnya terlihat positif.

Angka Dominasi Bitcoin Bulanan

Dapat dilihat bahwa sebelumnya, saat dominasi terkoreksi jauh, lama-kelamaan dominasi akan pulih kembali.

Bersama pemulihan dominasi tersebut, harga Bitcoin ikut naik bersamanya hingga berada di daerah Rp700 Juta hingga Rp800 Juta.

Kondisi 2018 juga mencerminkan kondisi yang terjadi beberapa hari yang lalu, dimana harga Bitcoin turun bersama dominasinya.

Baca juga: Benci Tapi Cinta, Ini Hubungan JPMorgan dan Bitcoin 8 Tahun Terakhir

Saat dominasi Bitcoin jatuh di awal 2018, Harga Bitcoin naik sekitar 485% hingga harga tertingginya di 2021.

Salah satu pertanda harapan pergerakan ini akan terjadi lagi adalah akibat pergerakan crypto lainnya yang sudah mulai naik.

Sehingga saat ini terdapat potensi untuk Bitcoin dan keseluruhan pasar crypto naik kembali, jika bercermin pada 2018.

Tanda utama lainnya adalah pergerakan harga Ethereum, yang umumnya bergerak bersama Bitcoin namun berhasil bergerak berbeda.

Angka Dominasi Ethereum Bulanan

Saat dominasi Bitcoin jatuh, umumnya dominasi Ethereum mulai naik kembali, yang menandakan adanya potensi apresiasi untuk Altcoins.

Saat ini mayoritas Altcoins terlihat bergerak naik saat Bitcoin relatif berkonsolidasi.

Hal ini menandakan potensi apresiasi untuk Altcoins sebelum Bitcoin menyusul.

Altcoins Akan Diprediksi Masih Kuat

Bitcoin saat ini masih terhambat dalam pergerakannya akibat adanya penutupan kontrak options bulan ini yang kedaluwarsa 30 April 2021.

Kontrak kedaluwarsa senilai $4,2 Miliar atau Rp60,6 Triliun tersebut membuat tekanan jual yang membawa Bitcoin ke $53.460 atau Rp772 Juta.

Nampaknya sentimen kedaluwarsa ini masih belum dapat dikalahkan dengan sentimen open interest atau pembukaan posisi kontrak futures.

Saat ini terdapat angka positif yang menandakan lebih banyaknya posisi beli atau long terhadap jual atau short .

Kondisi ini menandakan kepercayaan mayoritas trader terhadap Bitcoin.

Baca juga: Ini Pentingnya Hold Bitcoin yang Kamu Miliki!

Kondisi itu berbeda dengan Ethereum dan Altcoins lainnya, yang juga memiliki penutupan kontrak options hari ini dan open interest futures positif, tapi harganya masih dapat naik.

Pergerakan tersebut menandakan saat ini mayoritas investor dan trader masih lebih percaya terhadap Altcoins dibandingkan Bitcoin.

Pertanda dari Kondisi Harga dan Dominasi

Dari sisi harga, kondisi dominasi tersebut umumnya mencerminkan harga saat terjadi pergerakan awal perubahan dominasi.

Grafik Harga Bitcoin Bulanan

Saat dominasi turun pertama kali setelah pergerakan naik, harga Bitcoin akan mulai turun.

Di saat yang bersamaan dengan pergerakan itu, Ethereum akan naik dalam harga dan dominasi.

Grafik Harga Ethereum Bulanan

Namun korelasi hubungan dominasi dan harga antara aset tersebut tidak akan selalu valid.

Sebab, umumnya setelah dominasi Bitcoin pulih, harga Bitcoin akan naik kembali.

Tapi saat harga Bitcoin naik, Ethereum relatif mengikuti walau terdapat sedikit stagnasi yang menandakan pergerakan tidak akan sekuat Bitcoin.

Untuk saat ini kemungkinan besar kondisi tersebut akan terjadi lagi sehingga nampaknya akan memulai apresiasi pada Ethereum dan mayoritas Altcoins dan Bitcoin akan stagnan.

Batas pengaman Bitcoin saat ini berada pada sekitar $51.000 atau Rp736,5 Juta hingga $45.000 atau Rp649,9 Juta, yang jika terus terkoreksi akan kembali berkonsolidasi di daerah tersebut.

Namun untuk Ethereum, saat ini dengan banyaknya sentimen positif dari sisi fundamental, nampaknya pergerakannya akan terus mengalahkan Bitcoin.

Tetapi melihat pergerakan sebelumnya, terdapat potensi koreksi akibat juga mengingat apresiasinya yang sudah cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Ini Pentingnya Hold Bitcoin yang Kamu Miliki!

Tapi untuk keduanya, jika melihat kondisi jangka panjang, setelah koreksi terjadi, selalu ada apresiasi yang lebih tinggi.

Pergerakan tersebut dapat dijadikan pertanda bahwa investor jangka panjang atau Hodlers akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.