Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)

Berita Bitcoin · 7 min read

Deutsche Bank : Cryptocurrency Bisa Jadi Ancaman Stabilitas Politik dan Keuangan

Deutsche Bank berpendapat bahwa cryptocurrency non berdaulat dapat menimbulkan ancaman bagi stabilitas politik dan keuangan. Karena hal tersebut adalah sebuah revolusi pembayaran digital yang nyata dan telah berlangsung selama satu dekade terakhir.

Pada bagian pertama dari tiga laporan “The Future of Payments”, lembaga keuangan yang berkantor pusat di Jerman ini mengungkapkan bahwa mereka tidak percaya cryptocurrency akan menggantikan uang tunai dalam waktu dekat. Meskipun cryptocurrency telah banyak melewati titik kritis yang diperlukan untuk menjadi lebih matang.

Laporan Deutsche Banks mengklaim cryptocurrency masih dalam tahap adopsi awal, tetapi tetap saja akan menimbulkan ancaman mengingat banyak perubahan yang telah dihasilkan oleh cryptocurrency terutama dalam bidang keuangan. 

Laporan itu juga mengatakan kalau crypto tidak mungkin menghilang dalam waktu dekat sebagai alat pembayaran karena beberapa negara telah menerapkan kebijakan untuk mengganti metode pembayaran tradisional dengan digital.

“ Di tengah-tengah perubahan ini, cryptocurrency non-berdaulat menjadi ancaman bagi stabilitas politik dan keuangan, “ tulis laporan itu dilansir dari Cryptoglobe.

Laporan lembaga keuangan itu juga menambahkan bahwa cryptocurrency seperti bitcoin “terlalu fluktuatif” untuk menjadi penyimpan nilai yang dapat diandalkan.  Contohnya adalah Bitcoin pernah naik dari $ 1.000 pada awal 2017 menjadi $ 20.000 yang merupakan harga tertingginya sejauh ini. Kemudian, mengalami penurunan ke level terendah yakni $3.000 pada Desember 2018.

Baca juga : Mata Uang Kripto Bisa Mengganti Mata Uang Fiat di 2030

Bitcoin Masih Mewakili Sebagian Kecil Pembayaran Global

Sejak harga terendahnya tersebut Bitcoin sebetulnya telah pulih meskipun telah mengalami pasang surut hingga kini. Saat ini Bitcoin diperdagangkan di harga lebih dari $8.000 dan diperkirakan akan mencapai harga $20.000 lagi saat halving yang diprediksi akan terjadi pada Mei 2020.

Peneliti lembaga menambahkan bahwa pembayaran BTC masih mewakili sebagian kecil dari pembayaran global, meskipun pembayaran dalam cryptocurrency telah berkurang.

Seperti  yang dipublikasikan oleh CryptoGlobe, data menunjukkan total $ 2,5 triliun BTC telah ditransaksikan di jaringan Bitcoin pada 2019, dengan nilai transaksi rata-rata 2,75 BTC, atau $23.000. Sebagai perbandingan, jaringan Visa melaporkan total volume transaksi sebesar $ 11 triliun pada tahun 2018.

Deutsche Bank, bagaimanapun, menunjukkan bahwa mereka percaya cryptocurrency memiliki potensi untuk “merevolusi” pembayaran, meskipun itu mungkin bukan hanya BTC saja yang akan berperan di dalamnya, karena di masa depan mungkin akan ada cryptocurrency baru dan mainstream tiba-tiba muncul.

Sumber

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.