Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

CEO Dash: Cryptocurrency Tidak Butuh Wall Street

Coinvestasi     Tuesday, August 14 2018

CEO Dash dan mantan eksekutif Wall Street, Ryan Taylor, berbicara mengenai aktivitas Wall Street yang terlihat dalam cryptocurrency belakangan ini, dengan ICE yang membentuk market dan finansialisasi bitcoin berasal dari dunia keuangan tradisional. Ryan Taylor menjelaskan mengapa meninggalkan Wall Street dan memilih crypto. Dalam interview eksklusif dengan CCN, dia menjawab:

“Saya keluar dari Wall Street karena dua alasan. Pertama, Saya percaya ada banyak kesempatan yang lain. Ini (crypto) adalah industri yang belum mature dengan banyak potensi untuk project yang dikelola dengan baik. Alasan kedua, teknologi ini (crypto) memiliki potensi untuk mengubah dunia dengan memberdayakan orang-orang tidak puas yang memiliki kebebasan finansial di seluruh dunia. Ini menjadi tempat yang menarik untuk bekerja.”

Dash berbentuk cryptocurrency dan merupakan organisasi otonom digital yang bertujuan untuk memungkinkan merchant menangani pembayaran privat dalam crypto. Sistem ini telah diadopsi di Venezuela dan Zimbabwe, dengan lebih dari 800 merchant.

Setelah bekerja 15 tahun di bidang finansial dan teknologi, Ryan Taylor meninggalkan posisinya sebagai analis hedge fund di firma investasi bernilai 20 miliar Dolar berbasis di New York, untuk membentuk Dash. Dia memiliki pandangan menarik mengenai bagaimana kerja di belakangan layar dari dunia keuangan tradisional.

“Wall Street memiliki kecenderungan untuk bekerja pada pembangunan besar secara privat, dan Saya menaksir semakin banyak yang akan bekerja pada solusi, walau secara bersamaan menghindari cryptocurrency di depan umum,” ujar Taylor.

Cryptocurrency Tidak Butuh Wall Street

Efek dari institusi keuangan mainstream berinvestasi dalam crypto belum terlihat, tapi Taylor percaya bahwa crypto akan membuat jalannya sendiri.

“Crypto tidak butuh Wall Street untuk berkembang. Crypto sudah sering digunakan tiap tahun. Terdapat banyak keuntungan dan kekurangan dari penggunaannya, tetapi Saya pikir ini positif. Crypto menjadi terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional.”

Cryptocurrency bisa menjadi lebih mudah digunakan jika terintegrasi dengan sistem keuangan dan ditambahkan pada kegunaannya. Apakah Anda lebih tertarik menggunakan Dolar Amerika jika tidak terintegrasi dengan sistem keuangan? Dengan membalikkan pertanyaannya, ini jelas membantu pemakaian crypto,” tambahnya.

Walau Taylor mengetahui keuntungan dan kerugian dari Wall Street dan bergabung dalam crypto, terdapat banyak rintangan yang harus dihadapi sebelum melihat pemakaian menyeluruh.

“Saat ini, pengaturan yang tidak pasti dari otoritas mencegah banyak usaha menyediakan jasa atau lebih nyaman dengan menerima pembayaran dalam mata uang digital. Otoritas pada akhirnya akan mengikuti dan menyediakan panduan untuk meningkatkan kenyamanan menggunakan crypto.”

“Dengan banyak bank yang mulai menggunakan crypto, Saya pikir otoritas perlu mempertimbangkan ini. Masalahnya, mereka cenderung fokus pada institusi, dan crypto adalah market yang dikembangkan dari gerakan grassroot oleh orang-orang biasa, bukan institusi keuangan. Karenanya, otoritas terjebak di sini, tetapi akan mulai bergerak secepatnya,” Ryan Taylor menyimpulkan.