Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Rumor Peraturan Baru, CEO Coinbase “Amerika Akan Tertinggal Soal Crypto”

Wafa Hasnaghina     Friday, November 27 2020

Brain Armstong, CEO Coinbase, memberikan tanggapan terkait dengan peraturan baru yang rumornya akan dikeluarkan tentang pelacakan wallet crypto yang dihosting sendiri. Ia kemudia mengirimkan surat kepada Menteri Keuang AS, Steven Mnuchin yang diduga akan mengesahkan peraturan tersebut. 

CEO Coinbase tersebut percaya jika peraturan baru tersebut diterapkan, pada akhirnya akan merugikan pengguna dan justru akan membuat AS tertinggal dari negara lain di bidang keuangan mata uang crypto.

Peraturan Baru Terkait Wallet Crypto?

Peraturan baru ini dirumorkan akan direncanakan sebelum akhir masa jabatan dari Steven Mnuchin.

CEO bursa pertukaran terbesar berbasis di AS ini kemudian menjabarkan poin penting terkait peraturan baru ini. Menurutnya, wallet crypto yang dihosting sendiri atau yang biasa disebut dompet non-kustodian atau kustodian-mandiri merupakan “sejenis perangkat lunak yang memungkinkan individu menyimpan dan menggunakan mata uang crypto mereka sendiri, daripada harus bergantung pada lembaga keuangan pihak ketiga.”

Wallet ini memungkikan pengguna untuk mengakses layanan keuangan dasar melalui teknologi ini. 

“Sama seperti pengguna yang dapat menggunakan komputer atau ponsel cerdas untuk mengakses pasar terbuka.”

Jika peraturan ini disahkan, lembaga keuangan termasuk Coinbase diwajibkan untuk memverifikasi penerima (pemilik) wallet non-kustodian tersebut. Artinya, lembaga-lembaga ini nantinya diwajibkan untuk mengumpulkan informasi indentitas pihak tersebut sebagai syarat menyelesaikan transaksi. 

Hal ini akan membuat proses menjadi lebih lama dan membuat rumit transaksi crypto. Seperti yang diketahui, transaksi crypto memiliki keunggulan dalam masalah kecepatan transaksi. 

Dampak Buruk Bagi Amerika Serikat (AS)

Brain Armstrong percaya dampak dari hambatan ini akan membuat pengguna di AS memiliki layanan transaksi terbatas yang akan berdampak pada jumlah transaksi yang lebih sedikit. Ini akan menciptakan “tembok” terkait dengan layanan keuangan crypto di AS, dan akan menghentikan Coinbase untuk ikut berinvoasi di seluruh dunia.

Lebih lagi, konsumen AS akan beralih ke bursa pertukaran asing untuk dapat mengakses layanan. Hal ini akan membahayakan status negara sebagai pusat keuangan dalam jangka panjang.

“Jika peraturan crypto ini disahkan, itu akan menjadi warisan yang memiliki dampak negatif jangka panjang bagi AS,” ujar Armstrong.

Coinbase dan perusahaan crypto di Amerika mengirimkan surat secara resmi ke Departemen Keuangan minggu lalu terkait hal ini. Sampai artikel ditulis belum ada balasan dari Departemen Keuangan AS terkait hal ini.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini