Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bos Ethereum: Tidak Semua Industri Cocok dengan Blockchain

Aulia Medina     Sunday, December 2 2018

Vitalik Buterin, Co-founder Ethereum, mengatakan bahwa penggunaan yang salah dari teknologi blockchain di beberapa industri akan banyak membuang waktu. Hal ini seperti diungkapnya dalam wawancara dengan media berita bisnis, Quartz (26/11).

Vitalik mengatakan bahwa walaupun terdapat banyak perusahaan yang mencoba menetapkan standar tinggi dengan menggunakan teknologi blockchain, menurutnya teknologi ini tidak bisa diterapkan dalam semua industri:

“Terkadang ini termasuk tren marketing. Terkadang ini hanya mereka yang benar-benar tertarik dengan blockchain dan ingin menghubungkannya dengan pekerjaan mereka. Ini masuk akal, manusiawi untuk dilakukan.”

Vitalik mengidentifikasi cryptocurrency serta pembayaran lintas batas sebagai industri yang sesuai dengan teknologi blockchain. “Semua ide lain – apakah itu produk atau identitas self-sovereign – benar-benar perlu waktu untuk dikerjakan sebelum kita bisa melihat apakah hal itu dapat diperhitungkan.”

Baca juga: CryptoKitties dan Keunikan Token ERC-721

“Sistem ini [blockchain] pastinya tidak menjamin 100 persen, terutama dalam dunia nyata,” tambahnya. Vitalik juga mengkritisi hak milik project blockchain dari raksasa teknologi seperti IBM:

“Saya tidak mengerti ini, tetapi detil yang saya dapatkan adalah mereka berkata ‘Hai, kami memiliki semua alamat IP dan pada dasarnya ini adalah platform kami, dan Anda mendapatkan itu.’ Itu jelas bukan intinya.”

Vitalik kemudian merujuk pada blockchain IBM untuk tracking makanan, yang didesain untuk menyediakan informasi mengenai asal produk, menyatakan bahwa walau project memiliki nilai potensial, dia tidak yakin akan kemampuan perusahaan dalam menjalankannya.

Sebagai aplikasi non-finansial, Vitalik mengatakan bahwa dia menyukai ide keaslian gelar sarjana yang sedang dijalankan di Singapura. Teknologi ini nantinya memungkinkan universitas untuk mengeluarkan ijazah pendidikan secara digital dalam blockchain.

Awal November ini, Kementrian Pendidikan Malaysia mengumumkan pembentukan Universitas Konsorsium untuk melawan penipuan gelar sarjana menggunakan teknologi blockchain. Sistem ini didesain untuk mengeluarkan dan mengesahkan keaslian gelar sarjana yang dikeluarkan universitas. Sementara konsorsium bertujuan untuk “menyebarkan keterampilan training,” selain itu juga untuk mengembangkan dan mengadopsi teknologi oleh mahasiswa dan akademisi.

Sumber: Cointelegraph