Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 8 min read
Vitalik Buterin, Co-founder Ethereum, mengatakan bahwa penggunaan yang salah dari teknologi blockchain di beberapa industri akan banyak membuang waktu. Hal ini seperti diungkapnya dalam wawancara dengan media berita bisnis, Quartz (26/11).
Vitalik mengatakan bahwa walaupun terdapat banyak perusahaan yang mencoba menetapkan standar tinggi dengan menggunakan teknologi blockchain, menurutnya teknologi ini tidak bisa diterapkan dalam semua industri:
“Terkadang ini termasuk tren marketing. Terkadang ini hanya mereka yang benar-benar tertarik dengan blockchain dan ingin menghubungkannya dengan pekerjaan mereka. Ini masuk akal, manusiawi untuk dilakukan.”
Vitalik mengidentifikasi cryptocurrency serta pembayaran lintas batas sebagai industri yang sesuai dengan teknologi blockchain. “Semua ide lain – apakah itu produk atau identitas self-sovereign – benar-benar perlu waktu untuk dikerjakan sebelum kita bisa melihat apakah hal itu dapat diperhitungkan.”
Baca juga: CryptoKitties dan Keunikan Token ERC-721
“Sistem ini [blockchain] pastinya tidak menjamin 100 persen, terutama dalam dunia nyata,” tambahnya. Vitalik juga mengkritisi hak milik project blockchain dari raksasa teknologi seperti IBM:
“Saya tidak mengerti ini, tetapi detil yang saya dapatkan adalah mereka berkata ‘Hai, kami memiliki semua alamat IP dan pada dasarnya ini adalah platform kami, dan Anda mendapatkan itu.’ Itu jelas bukan intinya.”
Vitalik kemudian merujuk pada blockchain IBM untuk tracking makanan, yang didesain untuk menyediakan informasi mengenai asal produk, menyatakan bahwa walau project memiliki nilai potensial, dia tidak yakin akan kemampuan perusahaan dalam menjalankannya.
Sebagai aplikasi non-finansial, Vitalik mengatakan bahwa dia menyukai ide keaslian gelar sarjana yang sedang dijalankan di Singapura. Teknologi ini nantinya memungkinkan universitas untuk mengeluarkan ijazah pendidikan secara digital dalam blockchain.
Awal November ini, Kementrian Pendidikan Malaysia mengumumkan pembentukan Universitas Konsorsium untuk melawan penipuan gelar sarjana menggunakan teknologi blockchain. Sistem ini didesain untuk mengeluarkan dan mengesahkan keaslian gelar sarjana yang dikeluarkan universitas. Sementara konsorsium bertujuan untuk “menyebarkan keterampilan training,” selain itu juga untuk mengembangkan dan mengadopsi teknologi oleh mahasiswa dan akademisi.
Sumber: Cointelegraph
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.