Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Harga Bitcoin Tembus New All-Time-High, Ini 5 Alasannya!

Wafa Hasnaghina     Tuesday, December 1 2020

Bitcoin melonjak ke harga all-time-high di $19.864. Ini membulatkan pencapaian Bitcoin lebih dari 170% selama tahun 2020 ini. 

Berikut merupakan lima alasan crypto terbesar menurut kapitalisasi pasar ini menembus harga all-time-high-nya.

Kepentingan Institusional

Beberapa investor institusional kenamaan seperti Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) membuat eksposure terkait pengadopsian Bitcoin dan memperdagangkannya secara publik, serta diprediksi membuat harga naik menurut laporan 20 November dari analis di JPMorgan Chase. 

Dilansir dari CoinDesk, Guggenheim, perusahaan yang mengelola sekitar $233 miliar dana investor mengindikasikan bahwa Macro Opportunities Fund telah mengalokasikan hingga 10% aset bersih mereka ke GBTC. 

Selain itu, menurut laporan JPMorgan, jumlah kontrak berjangka bitcoin melonjak di Chicago Mercantile Exchange, mengindikasikan investor besar menggunakan pasar komoditas untuk ikut berspekulasi terkait harga cryptocurrency.

Baca juga: Grayscale Kini Miliki Setengah Juta Bitcoin!

Bitcoin sebagai Investasi Jangka Panjang

Manajer hedge fund terkenal menyebut Bitcoin sebagai investasi jangka panjang. Manajer legendaris, termasuk Paul Tudor Jones II dan Stanley Druckenmiller, baru-baru ini mengatakan harga cryptocurrency disandingkan mata uang dolar AS dapat terus naik lantaran Federal Reserve (Fed) mencetak uang terus menerus. Fed melakukan langkah ini untuk membantu membiayai tagihan stimulus darurat pemerintah terkait pandemi virus corona. Bank sentral sejauh ini telah mencetak lebih dari $ 3triliun uang baru pada tahun 2020, atau lebih dari tiga perempat dari seluruh jumlah yang dibuat selama 107 tahun sebelumnya.

Sentimen Positif dari Analis

Analis Wall Street membuat komentar positif selama beberapa hari terakhir. AllianceBernstein, manajer keuangan senilai $631 miliar, menerbitkan laporan yang mengatakan lingkungan ekonomi pasca pandemi dapat menciptakan peran Bitcoin dalam alokasi aset investor.

Inigo Fraser Jenkins, salah satu kepala tim strategi portofolio di Bernstein Research, menganggap Bitcoin berperan dalam lindung nilai terhadap inflasi, “faktor pendorong Bitcoin mirip dengan yang dimiliki pada emas.”

Efek PayPal

Perusahaan pembayaran besar PayPal (PYPL)  membukan layanan langsung membeli Bitcoin untuk pelanggannya di Amerika Serikat untuk saat ini yang mencapai sekitar 346 juta akun aktif. Jaringan pembayaran peer-to-peer ini mengumumkan pada 21 Oktober bahwa mereka akan melayani pembelian, penjualan, dan penyimpanan Bitcoin. Menurut perusahaan tersebut, crpto akan menjadi “sumber pendanaan transaksi pembelian untuk 26 juta pedagangnya di seluruh dunia.”

Baca juga: Sah! Sekarang Bisa Beli Crypto Langsung di PayPal

Oke di OKEx

Beberapa saat lalu, pasar Bitcoin sempat mengalami gejolak lantaran banyaknya arus keluar dari salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia, OKEx. Beberapa pedagang dan analis berspekulasi, penangguhan withdrawal selama lima minggu membuat likuidasi besar-besaran yang memberikan tekanan jual di pasar Bitcoin. 

Data yang diambil dari jaringan blockchain mata uang kripto menunjukkan sekitar 24.631 Bitcoin, atau sekitar $500 juta dengan harga saat ini, keluar dari bursa dalam 24 jam setelah penangguhan dicabut minggu lalu.

Baca juga: OKEx Kembali Aktif, Akan ada Rewards Bagi Pengguna Setia?

Peristiwa ini membuat pasar sempat turun, tetapi kembali stabil setelah crash yang dialami.

Uniknya, ada beberapa aksi harga terkait juga dengan rumor peraturan mata uang crypto oleh Departemen Keuangan AS dan rumor whales yang mungkin bersiap untuk melepaskan kepemilikan mereka sebagai tanggapan atas kenaikan harga mata uang kripto ini. Rumor-rumor ini seperti “diabaikan” oleh para trader yang optimis Bitcoin akan terus melonjak naik.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

Ingin tahu prediksi harga Bitcoin tahun 2021, yuk ikuti acara COINFEST 2021!