Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 5 min read

Pasar kripto rebound pada kuartal awal 2023, ditunjukkan dengan performa Bitcoin yang berhasil mengungguli sejumlah aset tradisional dan peningkatan volume spot trading.
Merujuk laporan Coingecko, pasar kripto mengawali tahun 2023 dengan sinyal positif, kapitalisasi pasar kripto kini mencapai US$1,2 triliun (Rp17,968 triliun) pada akhir Q1, naik 48,9% dari tahun sebelumnya.
Volume perdagangan harian rata-rata meningkat 30% QoQ menjadi US$77 miliar di Q1, dengan peningkatan pada Januari dan awal Maret karena krisis perbankan. Namun, volume perdagangan turun pada akhir Maret setelah Binance menghapus insentif perdagangan tanpa biaya untuk BTC.

Bitcoin dinobatkan sebagai aset dengan kinerja terbaik di Q1 2023 dengan keuntungan 72,4% QoQ, diikuti oleh NASDAQ (15,7%) dan emas (8,4%).
Semua kelas aset utama naik kecuali minyak mentah yang turun -6,1%. Indeks Dolar AS dan mata uang fiat lainnya tetap relatif datar sepanjang periode tersebut, karena data inflasi lebih dingin dari perkiraan.
Minyak mentah awalnya turun -17,2% karena laporan inflasi AS yang menunjukkan pengurangan permintaan, tapi berhasil memperbaiki kerugian menjelang akhir Maret.
Pada kuartal pertama 2023, BTC mencapai level terendah US$16.540 dan level tertinggi US$28.516, yang tak terlihat sejak Juni 2022 setelah keruntuhan Terra.
BTC telah melonjak 72,4% sejak awal 2023. Adapun, kenaikan tertinggi dicapai pada Maret 2023 dipicu oleh krisis perbankan AS. Selain itu, peluncuran protokol Ordinals juga semakin menarik investor dalam jaringan BTC.
Baca Juga: Nilai Transaksi Bitcoin Tembus Jutaan Triliun Pada Q1 2023!
Di tengah gencarnya penegakan hukum terhadap pertukaran kripto sentral (CEX), pertukaran kripto terdesentralisasi (DEX) mengalami pertumbuhan dua kali lipat.
Volume spot trading di 10 pertukaran kripto terbesar mencapai US$2,8 triliun pada kuartal pertama 2023, meningkat sebesar 18,1% dari kuartal sebelumnya.
Volume perdagangan bulanan terus meningkat sejak Desember 2022. Pada kuartal pertama 2023, pertumbuhan DEX mencapai 33,4%, sementara CEX hanya tumbuh 16,9%. Namun, rasio volume perdagangan antara CEX dan DEX masih sangat tinggi di atas 90%.
Baca Juga: Perbedaan Spot dan Futures Trading di Crypto
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.