Bitcoin Koreksi, Pasar Crypto Jatuh dalam Semalam

Naufal Muhammad

23rd February, 2021

Bitcoin baru saja mengalami koreksi lebih dari 18% dari harga tertinggi barunya pada sekitar $58.300 akibat beberapa hal.

Kabar ini nampaknya membuat sentimen negatif di pasar crypto akibat mayoritas mata uang crypto besar mengalami koreksi bersama Bitcoin.

Bitcoin Koreksi Lebih dari 18%

Mata uang crypto terbesar ini telah mengalami koreksi setelah menolak naik lebih tinggi dari sekitar $58.300 atau Rp823,6 Juta.

Saat ini Bitcoin masih terlihat bergerak turun bahkan sempat menghampiri daerah $47.300 walau sedang berusaha bergerak naik kembali.

Pada saat artikel ini ditulis, pukul 10.12 WIB, Bitcoin sedang berusaha bergerak naik dari $51.000 untuk berusaha menuju $53.000.

Grafik 1 Jam Bitcoin

Sayangnya saat ini terdapat pola bearish flag pada grafik 1 Jam yang membentuk adanya potensi koreksi yang berlanjut.

Selain itu, harga juga masih berada di bawah MA Cross yang menandakan belum adanya tanda pergerakan positif.

Tetapi, dalam jangka waktu tersebut, tercipta bullish divergence antara harga dan Indikator RSI yang menandakan potensi apresiasi.

Terdapat beberapa penyebab yang nampaknya membuat Bitcoin jatuh bahkan sampai 18% dari harga tertingginya

Pernyataan Elon Musk

Salah satu penyebab utama harga Bitcoin turun adalah Elon Musk yang baru saja membuat pernyataan yang terkesan negatif untuk Bitcoin.

Pendiri dari Tesla dan SpaceX baru saja menyatakan bahwa saat ini harga Bitcoin dan Ethereum terlihat terlalu tinggi.

Pernyataan ini dinyatakan saat berbincang dengan Changpeng Zhao dan Peter Schiff, dua tokoh penting di dunia keuangan, melalui Twitter.

Kabar ini menjadi salah satu kemungkinan penyebab Bitcoin turun bersama rumor bahwa Tesla telah melakukan penjualan Bitcoin senilai sekitar $1 Juta.

Rumor ini datang bersama kabar bahwa Tesla sudah mengalami keuntungan lebih dari 65% dari investasi Bitcoin awalnya sebesar $1,5 Miliar.

Baca juga: Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar, Apple Bakal Ikutan?

Sehingga kemungkinan besar pengambilan keuntungan oleh Tesla atau Elon Musk adalah salah satu penyebab harga Bitcoin jatuh.

Bank Sentral Amerika Dorong Bitcoin Koreksi

Kabar lain yang kemungkinan besar menjadi penyebab terkoreksinya harga Bitcoin adalah kebijakan kontraktif kecil yang diterapkan oleh Bank Sentral Amerika.

Saat ini Bank Sentral Amerika dan pemerintah sedang melakukan penjualan surat utang negara dalam rangka mengurangi jumlah uang beredar.

Sehingga kemungkinan besar dengan terjadinya penjualan tersebut, Dolar Amerika akan mengalami apresiasi singkat dalam nilainya.

Mengingat korelasi Dolar Amerika dan Bitcoin yang terlihat negatif, apresiasi dari Dolar Amerika adalah salah satu penyebab Bitcoin turun.

Baca juga: Bitcoin Koreksi Akibat Dolar Amerika, Pulih Setelah Rapat The Fed?

Saat ini keuntungan atau yield dari surat utang Amerika terlihat naik hingga 1,4% yang merupakan angka tertinggi sejak Februari 2020.

Apresiasi dari keuntungan surat utang ini nampaknya tidak hanya memberi dampak negatif pada pasar crypto namun juga pada pasar saham Amerika.

Namun apresiasi akan sementara, karena adanya rencana pencetakan uang baru dan dana stimulus Joe Biden, yang akan menekan Dolar Amerika turun kembali.

Pasar Crypto Jatuh

Sayangnya, saat ini dengan turunnya Bitcoin, mayoritas pasar crypto juga terlihat ikut serta, akibat dominasinya yang masih besar, di atas 60%.

Pergerakan ini terlihat dari beberapa mata uang crypto besar seperti Ethereum, Binance Coin, Litecoin, Polkadot, Cardano, dan beberapa crypto besar lainnya.

Ethereum (ETH), terlihat jatuh sekitar 18% setelah menyentuh harga tertingginya di sekitar $2.000, yang sangatmencerminkanpergerakan Bitcoin.

Binance Coin (BNB) jatuh sekitar 30% setelah menyentuh harga tertingginya pada sekitar $342 bersama Litecoin (LTC) yang jatuh 27% dari harga tertingginya pada sekitar $246.

Polkadot (DOT) juga jatuh sekitar 20% dari harga tertingginya hingga saat ini walau sebelumnya sempat jatuh sekitar 70% kemarin malam pukul 21.23 WIB.

Cardano (ADA) jatuh sekitar 17% hingga saat ini dari harga tertingginya  pada sekitar $1,19 setelah sebelumnya sempat jatuh juga sekitar 86% sekitar pukul 21.24 WIB.

Saat ini hampir seluruh pasar crypto sedang berusaha naik kembali yang membuat koreksi ini nampaknya hanya sementara.

Jika melihat pada fundamental seluruh mata uang crypto ini, koreksi seharusnya dapat dijadikan kesempatan membeli akibat secara fundamental masih terlihat baik.

Koreksi Bitcoin saat ini juga menjadi hal yang wajar menurut Peter Brandt, salah satu trader handal dan terkenal di pasar crypto.

Baca juga: Konflik Cina dan Amerika Diprediksi Menguntungkan Pasar Crypto

Menurutnya Bitcoin dapat menuju $200.000, tapi akibat apresiasinya yang terlihat beberapa hari sebelumnya, koreksi sekitar 20% hingga 30% menjadi wajar.

Sehingga menurutnya perjalanan menuju $200.000 Bitcoin akan terjadi secara fluktuatif dengan koreksi di sekitar 20% hingga 30%.

Oleh karena itu, investor harus selalu mengingat rencana awal dalam investasi dan manajemen risiko.

Hal ini disebabkan sifat natural dari pasar crypto yang fluktuatif namun secara jangka panjang akan baik akibat sisi fundamentalnya.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.