Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bitcoin Bertahan Dibanding Emas Di Tengah Wabah Covid-19

Wafa Hasnaghina     Wednesday, April 1 2020

Ekonom terkemuka Peter Schiff akhir-akhir ini membandingkan kinerja Bitcoin dan Emas di tengah maraknya krisis keuangan akibat krisis dari mewabahnya virus corona. Schiff mencatat para trader yang membeli menggunakan cryptocurrency pada tingkat Year-to-Date sedang berada pada kerugian 70%, sementara mereka yang membeli emas pada harga tertinggi tahunannya menderita kerugian yang relatif di 14%.

Namun, jika melihat pemulihan keduanya, Bitcoin masih menjadi pemenang sejauh ini. Aset offbeat membentuk posisi terendah di $ 3.858 tetapi kemudian melambung sebanyak 81% hingga mencapai $ 9.090 per token. Di sisi lain, melambungnya harga emas hanya akan mencapai nilai maksimal yang berada pada 13.37% dalam mencapai $ 1.645 per gramnya.

Salah satu peristiwa terbesar yang mendorong harga Bitcoin dan emas naik di Amerika Serikat sendiri adalah pandemi virus corona baru atau Covid-19. Jumlah orang yang terjangkit meningkat hingga lebih dari 100.000 orang yang menyebabkan sekitar 1.500 orang tewas dan mengancam keadaan ekonomi. 

Bank Sentral AS menggunakan semua amunisinya dalam menanggulangi dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian dengan melonggarkan kebijakan moneter dan memberikan paket stimulus tambahan. Lebih lanjut, Kongres AS meloloskan paket darurat senilai $ 2 Triliun melalui pemungutan suara pada Jum’at, 27 Maret 2020 untuk mengurangi kejatuhan ekonomi periode awal.

“The Big Long”

Bantuan dari AS memiliki dampak besar pada pasar emas dan Bitcoin. Sementara pasar ditutup pada tingkat periode 11 tahun, bank sentral AS belakangan ini telah memperhitungkan untuk menaikan 22% nilai – menyerahkan keuntungan karena permintaan terhadap emas dan uang tunai melonjak.  

Hal ini menjelaskan bahwa dalam jangka pendek pun, bitcoin tetap mengungguli emas dalam kenaikan harga mereka. 

Investor berpengalaman Raoul Pal mencatat bahwa keuntungan muncul karena cara kerja rasio Risk-Reward Bitcoin yang baik – semakin tinggi jumlah risiko investasi, semakin banyak pula keuntungannya. Para investor biasanya memilih untuk memasuki pasar crypto yang sangat fluktuatif karena mereka berharap dapat mengimbangi kerugian yang mereka alami dalam pasar lain, termasuk ekuitasnya. 

Raoul Pal sendiri mencatat bahwa investor, termasuk nilai hedge funds dan Family Office, memilih Bitcoin untuk mengambil alih likuiditas maksimum kas dalam jangka waktu yang lebih pendek. 

“Setelah fase pasar ini berakhir (yang sepertinya masih akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan atau lebih), bitcoin harus stabil dan mulai naik kembali, bebas dari kerugian yang berlebihan dengan hanya besisa HODLR, seperti biasanya”, cuitnya di Twitter. 

Baca juga: VanEck : Bitcoin Ungguli Emas di Beberapa Bidang Ini

Pandangan Mengenai Bitcoin Secara Teknis

Nilai tukar Bitcoin ke USD sedang dalam proses melukis candle-stick mingguan ketiga berturu-turut, yang sepertinya tampak menjadi awal dari fase bottom-out

Bounce dari dukungan Symmetrical Triangle mengisyaratkan dua skenario potensial: pengujian ulang dari trendline yang lebih rendah atau upside yang diperpanjang menuju trendline atas.

Dalam kasus pertama, harga bisa turun di bawah $ 4.000 untuk membangunkan akumulator seperti yang disarankan Raoul Pal. Sebuah bounce-back dapat menyebabkan bulls untuk menguji ulang $ 7.000 dalam waktu yang berdekatan dan $ 9.000 dalam jangka menengah.

Dalam kasus lain, Bitcoin bisa menembus harga hingga di atas $ 7.000 untuk menguji rata-rata pergerakan 50-minggu sebagai target naik sementara. Penembusan pasar lebih lanjut dan harga akan berada dalam tahap uji di $ 9.000.

Sumber