BIS: 70% dari Central Bank Terlibat dalam Penelitian CBDC, Hanya Beberapa yang Mempunyai Rencana Konkret

By Aulia Medina     Sunday, January 13 2019

Sebuah berita diterbitkan pada 8 Januari oleh Bank for International Settlements (BIS) telah menemukan bahwa tujuh puluh persen dari bank sentral di seluruh dunia melakukan penelitian tentang penerbitan central bank digital currency (CBDC). Akan tetapi rencana konkret untuk implementasi dan motivasi sangat bervariasi antar konteks.

BIS adalah organisasi yang berbasis di Swiss terdiri dari 60 bank sentral dunia, sampai saat ini telah akrab dengan sejumlah laporan utama kedua cryptocurrency yang terdesentralisasikan dan CBDC.  Yang terakhir berbeda dari yang pertama karena mata uang digital yang dikeluarkan oleh bank sentral, yang status hukumnya tergantung pada aturan atau hukum pemerintah.

Seperti yang BIS uraikan, CBDC digolongkan sebagai “grosir” — mis. akses terbatas token digital untuk penyelesaian grosir seperti pembayaran interbank dan penyelesaian keamanan — atau “eceran.”

Kategori terakhir dibagi lagi oleh BIS kedalam “general purpose” dan “account-based” — mis. yang tersedia secara luas dan di tunjukan untuk transaksi ritel — atau “general purpose” dan “token- or value-based.” Ini merupakan bentuk uang digital yang dikeluarkan oleh bank sentral untuk masyarakat umum, yang mempunyai kemiripan dengan sebuah CBDC ritel berbasis akun, tapi didistribusikan dan ditransfer dengan cara yang berbeda.

Survei BIS mempelajari 63 bank sentral di seluruh dunia, 41 diantaranya berbasis di ekonomi pasar berkembang (EMEs), dan 22 diantaranya ada dalam ekonomi maju  — bersama-sama mewakili hampir 80% dari populasi dunia dan lebih dari 90% dari output ekonominya. Dari jumlah tersebut, 70% ditemukan sudah terlibat — segera menjadi  — dalam penelitian teoritis CBDC, sedikit meningkat dibanding tahun 2017.

Baca juga: Konferensi Blockchain Asia Tenggara Buka Peluang Bisnis Lebih Luas!

Diantara bank yang terlibat dalam penelitian CBDC, sekitar setengahnya telah dilaporkan berpindah ke eksperimen dan pekerjaan bukti-konsep langsung  2017 — peningkatan 15 persen dari tahun 2017 — meskipun banyak dari PoCs ini bersifat analitis dan tidak menunjukan rencana CBDC yang konkret. hanya lima bank sentral yang benar-benar telah maju untuk mengelola proyek percontohan CBDC.

Laporan BIS memisahkan Swedia dan Uruguay sebagai dua yurisdiksi luar biasa dimana pertimbangan aktif dalam mewujudkan CBDC sebagai pelengkap uang tunai berada pada tahap lanjut.

Dalam masalah Swiss, Riskbank negara itu sudah bekerja dalam sebuah proyek e-Krona dimulai tahun 2017. Swiss melaporkan sekarang sedang dalam tahap selanjutnya, yang mana merupakan percontohan untuk nilai prabayar, tanpa bunga dan dapat dilacak e-Krona.

Dalam masalah Uruguay, Bank sentral negara itu telah melaporkan sudah menyelesaikan program percontohan untuk tujuan umum CBDC. Dengan perputaran uang tunai yang menurun, bank sentral telah meluncurkan contoh program e-Peso pada November lalu. 2017, yang terutama berbasis DLT. Semenjak kesimpulan rencananya dilaporkan berhasil pada April 2018, sekarang bank mengevaluasi uji coba  lebih lanjut dan potensi penerbitan.

November lalu, kepala International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mendorong komunitas internasional untuk mempertimbangkan CBDC, mereka berdebat dapat bekerja sesuai sasaran kebijakan publik seperti inklusi keuangan, keamanan dan perlindungan konsumen dan privasi dalam pembayaran.

Sumber