Binance US, Divisi Baru Binance Di Amerika Serikat

By Aulia Medina     Monday, June 17 2019

Exchange mata uang crypto terkemuka, Binance sedang mengembangkan divisi yang berbasis di Amerika Serikat yang bermitra dengan Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), menurut press release yang dibagikan dengan Cointelegraph pada 13 Juni lalu.

Membentuk platform baru

Perusahaan ini dilaporkan tengah membentuk sebuah platform perdagangan baru yang menargetkan klien yang berbasis di Amerika Serikat yang platformnya dijuluki sebagai Binance US, dengan bermitra dengan sebuah perusahaan yang disebut BAM Trading Services. BAM Trading Services akan menjadi operator dari Binance US dengan menggunakan wallet Binance dan produk-produk mesin yang cocok

CEO dari exchange ini, Changpeng Zhao mengatakan, “Kami sangat senang akhirnya dapat meluncurkan Binance US dan memberikan keamanan, kecepatan, dan likuiditas dari Binance.com ke Amerika Utara. Divisi ini dipimpin oleh mitra lokal kami BAM dan akan melayani pasar A.S. dengan kepatuhan penuh terhadap peraturan.”

Baca juga: Apa itu Binance Chain

Seorang perwakilan dari BAM Trading Services menyatakan, “ini sebuah kehormatan untuk dapat bekerjasama dengan salah satu exchange terkemuka, meningkatkan keamanan dan teknologi tingkat satu bersama-sama. Kami berkomitmen untuk menyediakan keamanan dan platform yang sesuai, dan memulai aliansi dengan exchange ini.”

Sebelum bulan Juni ini, ada berita mengenai exchange ini akan menerbitkan stablecoinnya sendiri dan akan stablecoin tersebut akan dipatok ke mata uang yang berbeda. Kepala Kantor Keuangan Binance, Wei Zhou menjelaskan keputusan perusahaan dengan mengatakan bahwa dari sudut pandang pengguna bahwa tidak semua negara di dunia yang menggunakan dolar sebagai mata uang. Beberapa negara lainnya menggunakan mata uang yang berbeda dan kami merasa hal ini dapat diterapakan dalam stablecoin juga dengan mematok stablecoin dalam mata uang yang berbeda.”

Bulan ini, dilaporkan bahwa website dari decentralized exchange (DEX) yang dikembangkan oleh exchange ini akan memblokir akses situs web ke pengguna di 29 negara, termasuk Amerika Serikat. Situs ini juga dapat memperingatkan tentang bagaimana perdagangan dan mengakses antarmuka dompet melalui situs web akan diblokir untuk pengguna dengan alamat IP dari negara-negara tersebut, terlepas dari lokasi para pengguna yang sebenarnya.

Sumber