Benarkan SEC Akan Menjalankan Node Bitcoin, Ethereum, dan XRP?

By Felita Setiawan     Thursday, August 1 2019

Komisi Sekuritas dan Pertukaran Amerika Serikat atau Securities and Exchanges Commission (SEC) berencana untuk meninjau beberapa kontraktor node bitcoin dan ethereum, selain dari “sebanyak mungkin dari blockchain berikut: Bitcoin Cash, Stellar, Zcash, EOS, NEO, dan XRP Ledger “

Mereka tidak memberikan alasan konkret mengapa mereka perlu menjalankan node mereka sendiri, dan memberikan pernyataan berbunyi “untuk mendukung upaya memantau risiko, meningkatkan kepatuhan, dan menginformasikan kebijakan Komisi sehubungan dengan aset digital.”

SEC secara khusus menyatakan “subscription ini harus bersumber dari semua data blockchain dari node yang di-host, daripada hanya menyediakan data ini sebagai sumber sekunder (misalnya melalui blockchain explorer).”

Dari pernyataan SEC ini, sepertinya yang SEC cari adalah sebuah perusahaan analitik yang menjalankan pemantauan blokchain dan investigasi kepatuhan atas nama SEC. Mereka juga ingin memiliki data yang mencakup hal-hal seperti “algoritma hashing, hashing power, kesulitan penambangan dan harga, jumlah dan ukuran transaksi, pasokan koin dan ukuran blockchain.”

Jenis data disediakan secara gratis oleh banyak blockchain explorer, tetapi mungkin SEC menginginkan analisis yang mendalam daripada hanya data sebagaimana dalam persyaratan mereka bahwa kontraktor harus:

“Menunjukkan tingkat ketegasan dalam pembersihan dan normalisasi data dan memenuhi persyaratan pengujian audit laporan keuangan.

Dan jika data atribusi disediakan, kontraktor harus dapat menjelaskan proses dan sumber data yang digunakan untuk memadukan data blockchain dengan data atribusi dalam memperoleh sebuah kesimpulan/wawasan. “

SEC mengatakan semua data dari blok genesis dan seterusnya harus disediakan dalam satu proses, kemudian harus diperbarui setiap hari melalui beberapa feed dan metode API menjadi preferensi pilihan mereka. Kemudian SEC lebih lanjut ingin penyedia untuk dapat menambahkan blockchain baru dalam kurun waktu tiga bulan setelah pemberitahuan. Hal ini berarti SEC mungkin mencari kontraktor yang dapat menerapkan sistem pengawasan on-chain untuk melihat atau menebak siapa yang melakukan apa, tanpa kejelasan mengapa bitcoin dimasukkan.

Baca Juga: Apa itu Security Token?

Sebagai jaringan terbuka terdesentralisasi dan permissionless, siapa pun dapat menjalankan node bitcoin dan memiliki akses ke semua data, tetapi SEC tidak memiliki yurisdiksi atas bitcoin. Namun, aktivitas di blockchain Bitcoin berpotensi datang dalam kewenangannya. Ethereum misalnya mengumpulkan modal pada blockchain Bitcoin sebelum diluncurkan tepat empat tahun lalu.

SEC telah menyatakan ethereum bukan sekuritas, tetapi belum menjelaskan apakah XRP adalah sekuritas atau apakah token lainnya yang berjalan di atas blcockhain Ethereum juga termasuk sekuritas atau bukan. Sistem ini mungkin sedang diatur sedemikian rupa sehingga mereka dapat menentukan apakah sebuah token atau proyek merupakan sekuritas atau bukan, walau komunitas kripto sudah mengharapkan penelitian semacam ini harusnya dilakukan sejak lama.

Selain itu karena ini mungkin ada hubungannya dengan SEC yang sedang membangun kerangka kerja yang lebih adaptif dengan memperhitungkan kebijakan mereka dalam memperhitungkan kualitas unik teknologi blockchain. Hal ini bisa menjadi sangat relevan sehubungan dengan token-token yang patuh yang mungkin akan mendapatkan lampu hijau dari SEC.

Dengan bantuan sistem baru ini, token sekuritas tersebut mungkin memiliki beban kepatuhan yang lebih rendah karena banyak aspek dapat diotomatisasi dan otomatis dihasilkan melalui analisis blockchain. Jadi regulator Amerika mungkin akhirnya sedikit bergerak, tetapi tidak jelas apakah fokus mereka lebih pada penegakan atau pada fasilitasi pembentukan modal.

Berita Lengkap: Trustnodes.com