Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bear Market? Inilah 3 Cryptocurrency yang Masih Bertahan!

Ary Tantranesia     Monday, December 3 2018

Akhir-akhir ini pasar cryptocurrncy sedang ‘mencekik’ para trader, banyak trader yang mengalami kerugian, coin terus menurun hingga 90%, sementara total dari market cap terus anjlok mencapai $250 miliyar dari harga puncak di $830 miliyar.

Contoh chart di bawah ini adalah Ripple, salah satu altcoin yang menerima pukulan cukup keras di tahun ini. Grafik Riplle menjadi gambaran dari hampir semua grafik altcoin lainnya sekarang ini.

Contoh chart di bawah ini adalah Ripple, salah satu altcoin yang menerima pukulan cukup keras di tahun ini. Grafik Riplle menjadi gambaran dari hampir semua grafik altcoin lainnya sekarang ini.

Contoh chart di bawah ini adalah Ripple, salah satu altcoin yang menerima pukulan cukup keras di tahun ini. Grafik Riplle menjadi gambaran dari hampir semua grafik altcoin lainnya sekarang ini.

Untungnya, tidak semua cryptocurrency hancur karna bear market yang sedang terjadi – bahkan ada yang mengalami pertumbuhan dalam nilainya.

Grafik cryptocurrency di bawah ini akan terdapat garis hijau yang berarti nilai USD dari coin tersebut, sedangkan garis orange merepresentasikan perbandingan dengan Bitcoin, yang menunjukkan apakan cryptocurrency tersebut berhasil mempertahankan nilainya terhadap si raja crypto.

Berikut adalah 3 cryptocurrency yang berhasil bertahan di bear market ini:

Binance Coin (BNB)

Bursa Binance telah menguasai bursa crypto dengan sekejap saja.

Bursa Binance telah menguasai bursa crypto dengan sekejap saja.

Binance mengalami perjalanan yang tidak teratur beberapa bulan terakhir ini. Ada beberapa kesempatan yang menimbulkan kepanikan di kalangan trader, terutama ketka isu diretasnya Binance pada tanggal 8 Februari dan kemudian sebulan kemudian di tanggal 8 Maret. Isu peretasan ini mampu di selesaikan secara profesional oleh team Binance sehingga kepanikan yang terjadi dapat diredam, CEO Changpeng Zhao (CZ) terus mengkomunikasikan apa yang sedang terjadi secara transparan di sosial media beliau.

Transparasi yang ditawarkan oleh Binance membuat reputasi Binance menjadi sangat solid dan terpecaya, hal ini dapat dilihat dari bounce setelah FUD. Ketika munculnya ancaman pada bursa Binance, Binance mampu menahan ancaman tersebut. Sebagai tanggapan dari ancaman tersebut, Binance melakukan bounty untuk mencegah hal serupa terjadi di kemudian hari.

Pada tanggal 23 Maret, Binance mengumunkan akan pindah ke Malta dikarenakan regulasi Jepang yang semakin ketat. Malta diketahui sebagai negara yang ramah untuk perusahaan yang berbasis cryptocurrency dan blockchain.

CEO Changpeng Zhao mengumukan bahwa pada pertengahan Maret akan terdesentralisasi, mengutip dari perkataan CZ:

“Binance tumbuh dengan sangat cepat, dan terlalu sibuk untuk memulai hal lainnya. Jadi, yang bisa kami lakukan adalah memulai Binance satu lagi”

Hal ini memiliki implikasi besar utnuk token BNB, sebagai bursa crypto baru yang akan memiliki platform blockchainnya sendiri, dengan kemungkinan menggunakan token BNB sendiri. Perubahan ini menimbulkan masalah yang kompleks, tetapi ketika berhasil dipecahkan, permintaan akan token BNB menjadi dua kali lipat.

OmiseGo (OMG)

Tim OMG memulai Q2 dengan April’s Fool yang menyatakan bahwa OMG akan fork. Hal ini ternyata bukan sebuah lelucon, pemilik OMG berhak untuk token baru bernama Cosmos.

Apakah Coinvestor sudah melihat OMG road map yang sangat menjanjikan itu? Sepertinya para investor sudah melihat tersebut karena meskipun OMG juga mengalami penurunan dalam nilai USD, penurunan tersebut tidak se-anjlok cryptocurrency yang lainnya, hal ini ditandakan perbandingan dengan Bitcoin yang relatif stabil. Tim OMG memulai Q2 dengan April’s Fool yang menyatakan bahwa OMG akan fork. Hal ini ternyata bukan sebuah lelucon, pemilik OMG berhak untuk token baru bernama Cosmos.

Penemu Ethereum, Vitalik Buterin mengindikasikan bahwa OmiseGgo memiliki token model terbaik dalam dunia crypto sejauh ini. Hal ini menyebabkan jaringan OMG menjadi aplikasi pertama yang akan menggunakan solusi Plasma scaling, yang dirancang untuk memecahkan masalah scaling platform utama OMG, Ethereum.

OmiseGo membuat langkah besar dengan menandatangani kerja sama dengan ShinhanCard, afiliasi dari bank terbesar di Korea Selatan. Bank terbesar SK menolak transaksi dengan cryptocurrency, jadi kerja sama ini merupakan kemenangan bagi OmiseGo karena bank mau berkerja sama dengan perusahaan berbasis crypto, berbanding terbalik dengan peraturan yang ada.

DigixDAO (DGD)

Menjadi DAO yang pertama, DigixDAO berhasil menarik banyak perhatian pada proyeknya yang berkomitmen untuk memberikan emas.

Menjadi DAO yang pertama, DigixDAO berhasil menarik banyak perhatian pada proyeknya yang berkomitmen untuk memberikan emas.

Bagaimana harganya bisa naik jika terpaku dengan emas? DigixDAO (DGD) adalah token utama dari platfrom DigixDAO dan para pemegang token bisa mengklaim hadiah yang diperoleh dari transaksi DigixGold. DigixGold (DGX) merupakan token yang terpaut dengan emas dan merepresentasikan kepemilikan emas. DGD token juga digunakan untuk jaminan pada DigixDAO proposal, mekanisme penting untuk menjalankan DAO

DigixDAO masuk di daftar ini karena token ini memulai rally ketika hampir semua market mengalami kerugian. Meskipun DGD juga diuntungkan oleh kegilaan market, secara mengejutkan mulai meningkat pada akhir bulan Januari, meskipun tidak ada fitur baru yang berarti diumumkan.