Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bank Sentral Sri Lanka Buka Proyek Proof-of-Concept Blockchain

Wafa Hasnaghina     Saturday, July 4 2020

Bank sentral Sri Lanka memilih daftar pendek tiga perusahaan dalam pengembangan proof-of-concept (PoC) fasilitas Know Your Customer (KYC) bersama menggunakan teknologi blockchain.

Proyek ini dimulai pada kuartal pertama tahun 2019 lalu, menurut laporan dari Daily Mirror Sri Lanka pada kamis, 2 Juli 2020. Bank sentral Sri Lanka sedang mencari cara untuk membangun fasilitas berbasis blockchain yang akan memungkinkan pemerintah dan sektor perbankan secara aman berbagi dan memperbarui data pelanggan secara nasional .

Berbicara dalam sebuah acara di Kolombo pada 30 Juni lalu, D. Kumaratunge, direktur pembayaran dan penyelesaian di bank sentral Sri Lanka, mengatakan kepada para peserta di acara tersebut, “Kami mengundang perusahaan perangkat lunak untuk mengembangkan KYC PoC bersama secara gratis, sebagai proyek nasional. Jika terdapat tanggapan terkait dengan cara bergabung dengan proyek ini, baik secara lokal maupun internasional akan sangat menggembirakan dan kami senang mengatakan bahwa kami telah menyelesaikan pemilihan calon pengembang yang cocok untuk memulai pengembangan ini segera. ”

Pengembangan PoC Blockchain Diperkirakan Memakan Waktu 6-9 Bulan

Menurut Kumaratunge, bank sentral menerima sedikitnya 36 proposal pengembangan proyek tersebut, baik dari perusahaan lokal maupun internasional. Dari 36 proposal, pemerintah akhirnya mengambil tiga pilihan utama. Salah satu dari ketiganya merupakan perusahaan teknologi dari luar negeri yang tidak disebutkan namanya.

Tiga perusahaan terpilih tersebut sekarang akan melanjutkan pengembangan PoC, sebuah proses yang diperkirakan akan memakan waktu antara enam hingga sembilan bulan lamanya.

Setelah selesai, pengembang akan menyerahkan laporan mereka mengenai PoC ini untuk nantinya dievaluasi oleh departemen pembayaran dan penyelesaian, Dewan Pembayaran Nasional, dan akhirnya Dewan Moneter.

Baca juga: Bank Sentral Swedia Rilis ‘Tinjauan Ekonomi’ Mata Uang Digital

Sikap Tegas Bank Sentral Sri Lanka

Beberapa bank Sri Lanka telah setuju bergabung dengan proyek ini, kata Kumaratunge. Bank sentral mengharapkan manfaat potensial dari fasilitas KYC bersama dalam mencakup pemrosesan pelanggan baru yang lebih efisien, biaya administrasi yang lebih rendah dan oleh karena itu, ia berharap, akan ada peningkatan inklusi keuangan di dalam negara.

Bank sentral menyatakan, “Pihak yang terpilih untuk menerapkan PoC ini tidak akan melakukan pengembangan komersial dari fasilitas KYC yang dikembangkan bersama ini, yang mungkin akan terjadi, atau (jika itu terjadi) perusahaan tidak akan mendapatkan preferensi terhadap keterlibatan mereka dalam pengembangan POC ini.”

Reformasi Anti Pencucian Uang di Sri Lanka

Sri Lanka baru-baru ini dihapus dari “daftar hitam” Satuan Tugas Aksi Keuangan terkait dengan negara-negara dengan aturan Anti Pencucian Uang dan Anti Pembajakan Terorisme yang dianggap tidak memadai. Sri Lanka masuk ke dalam daftar tersebut pada tahun 2017 silam.

Pada Oktober 2019, FATF mengatakan penilaian mengenai pengukuran negara-negara tersebut pada awal tahun lalu, meyakinkan pengamat bahwa reformasi AML/CFT telah dimulai dan terus berlanjut, dan bahwa “komitmen politik harus tetap ada dalam mempertahankan implementasi ini di masa depan.”

Informasi ini dapat kembali dibaca di sini