Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bank Sentral Eropa Menyerukan Regulasi Proaktif Stablecoin

Wafa Hasnaghina     Saturday, May 9 2020

Dalam laporan mendalam terbaru mengenai stablecoin global, Bank Sentral Eropa, atau ECB, mendorong adanya pembuatan regulasi yang jelas untuk stablecoin, mengingat risiko serta kesenjangan yang ada dalam peraturan saat ini. 

“Untuk mendapatkan manfaat potenisal dari stok global, kerangka peraturan yang kuat perlu dibuat untuk mengatasi risiko ini sebelum regulasi tersebut diizinkan untuk beroperasi,” tulis ECB dalam laporan pada 5 Mei 2020 lalu. 

Analisis Melihat Potensi, Tetapi Juga Risiko

Laporan ECB mencatat beberapa manfaat seputar stablecoin internasional, termasuk kecepatan dan kesederhanaan, aspek yang dianggap penting oleh publik.

Bank pemerintah, tidak menghindari perincian dalam berbagai risiko dan kesulitan yang mungkin terjadi dengan jenis mata uang tersebut, termasuk pertanyaan mengenai stabilitasnya, nilai dan kemungkinan kegagalan sistemik. 

Satu risiko spesifik melihat pengguna tidak dapat menguangkan nilai “stabil” mereka jika aset kehilangan patok nilainya, atau jika dukungannya menyimpang dari tingkat yang diharapkan. Seperti yang ditulis dalam laporan:

“Ada risiko pengguna akhir akan menganggap stablecoin sebagai setara dengan sebuah deposit, mengingat janji nilai ‘stabil’ dan kemungkinan untuk mengubah kepemilikian koin kembali ke mata uang fiat kapan saja.“

Baca juga: Digital Euro Sebagai Penyatu Pembayaran Online

Satu Regulasi Untuk Semua Stablecoin?

Laporan tersebut juga menyentuh pada topik regulasi. Stablecoin tanpa batas mungkin cocok atau juga mungkin tidak sesuai dengan kerangka kerja pemerintah yang ada saat ini.

Bergantung pada jenisnya, stablecoin dapat memperoleh nilai dari sejumlah sumber, termasuk aset keuangan arus utama, aset crypto, dan mata uang fiat, dan hal ini menyebabkan peraturan semakin tidak jelas. Beberapa stablecoin bahkan mungkin termasuk dalam kategori investasi daripada sumber nilai stabil. ECB mengatakan:

“Mengingat kompleksitas strukturnya, regulasi stablecoin yang tergantung pada fitur desain spesifiknya, dapat berada di bawah salah satu dari sejumlah kerangka kerja regulasi yang berbeda, atau juga berpotensi tidak pada satu pun regulasi.”

ECB juga mempelajari Libra Facebook dalam laporannya, mengkaitkan berbagai angka dan metrik dengan berbagai skenario. 

Meskipun ECB menyerukan kejelasan pada regulasi stablecoin, badan pengatur tersebut juga menyebutkan perlu adanya pendekatan secara menyeluruh. “Untuk mendapatkan manfaat potensial mereka tanpa merusak stabilitas keuangan, kami harus memastikan pengaturan stablecoin tidak beroperasi di dalam kekosongan aturan tersebut,” ECB menyimpulkan.

Mata Uang Digital Bank Sentral yang termasuk klasifikasi stablecoin, telah menjadi perbincangan utama dalam beberapa pekan terakhir ketika negara-negara di Eropa terburu-buru mencari cara terbaik dalam transisi digital ini. 

Sumber