Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bank Sentral Arab Saudi Transfer Dana dengan Blockchain

Wafa Hasnaghina     Wednesday, June 10 2020

Saudi Arabian Monetary Authority atau yang disingkat SAMA baru-baru ini menggunakan teknologi blockchain dalam upaya mendepositokan sebagian dari likuiditas yang akan disuntikan ke sektor perbankan lokal. Transfer dana yang dilakukan ini merupakan eksperimen SAMA terhadap penggunaan teknologi blockchain.

Lebih lanjut, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sektor perbankan dalam menyediakan fasilitas kredit. Inovasi ini dimaksudkan menjadi sebuah langkah untuk mempromosikan kemajuan bidang Financial Technology pada kerajaan Arab Saudi. 

Arab Saudi Imbangi Tren Blockchain di Berbagai Negara

Dorongan dari perkembangan teknologi yang sangat pesat selama beberapa bulan terakhir ini di Arab Saudi membuat penggunaan blockchain semakin dipertimbangkan. Ditambah penggunaan teknologi ini sudah merambah di sebagian besar negara di dunia. Langkah yang diambil SAMA ini merupakan cara untuk tetap relevan dengan perkembangan yang ada. 

Tidak hanya itu saja, inovasi ini juga dikembangkan dengan menggandeng Otoritas Pasar Modal, pengenalan SAMA Regulatory Sandbox, dan berbagai layanan pembayaran perbankan digital lainnya.

Terdapat pula sebuah visi yang merupakan bagian dari program nasional mereka “Saudi Vision 2030” yang menggandeng IBM untuk bekerja sama dalam membangun rencana strategis dalam pengembangan teknologi blockchain di negara tersebut. 

Baca juga: Uni Emirat Arab Perkenalkan Regulasi ICO di Awal Tahun 2019

Blockchain di Wilayah Timur Tengah

Jika menelusuri perkembangan blockchain dan cryptocurrency di Timur Tengah, memang sama masifnya dengan perkembangan blockchain di negara-negara seperti Tiongkok yang sudah mulai mempersiapkan mata uang digital nasionalnya sendiri. 

Dalam perkembangannya, selama kuartal pertama tahun 2019, startup blockchain berbasis di UEA mampu mengumpulkan hingga total dana sebesar $ 210 juta. Hal ini membuat negara-negara UEA memuncaki 10 token teratas dunia. Namun, seiring perkembangan blockchain yang juga masif di negara-negara lain, peringkat ini perlahan menurun.

Lebih dalam lagi, banyak negara di Timur Tengah juga sudah mulai merancang pembangunan teknologi negara mereka masing-masing ke depannya menggunakan blockchain dan ada juga yang mengkombinasikannya dengan beberapa teknologi yang juga sedang berkembang pesat saat ini seperti Artificial Intelligence, Machine Learning, dan lainnya.