Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bank Dunia sebagai Pendorong Blockchain yang Resmi

Coinvestasi     Tuesday, September 25 2018
Usaha Bank Dunia ini baru sekadar eksperimen. Namun bank pembangunan global ini serius tentang menggunakan blockchain untuk membantu mengurangi kemiskinan.

Satoshi Nakamoto menciptakan blockchain Bitcoin supaya orang-orang bisa melakukan transaksi keuangan tanpa bank atau pemerintah. Ironisnya, penggerak terbesar dari buku besar kriptografi yang berbasis blockchain adalah Bank Dunia, yang dimiliki oleh pemerintah. Namun ini masuk akal, sebut Prema Shrikrishna, yang bekerja di Lab Inovasi Teknologi dari Bank Dunia. Ini sesuai dengan tujuan dari Bank Dunia untuk merilis lab blockchain untuk “mengembalikan kekuatan pada masyarakat.”

Walau masih awal, eksperimen lab ini dalam bidang pendidikan, layanan keuangan, dan usaha untuk mengecek rantai persediaan di bidang pertanian dan farmasi telah membuahkan hasil, seperti disebutkan oleh Shrikrishna dalam MIT Technology Review di konferensi EmTech.

Tahun ini, Bank Dunia bekerja sama dengan Consensys, sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan aplikasi menggunakan Ethereum, untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi blockchain bisa meningkatkan tahap percontohan platform pendidikan yang disebut Evoke. Tujuan pertamanya untuk memberikan donor project lebih banyak transparansi mengenai bagaimana uang mereka digunakan. Langkah selanjutnya yaitu mencari cara untuk menggunakan token crypto untuk memberi insentif bagi siswa untuk berpartisipasi dan menyelesaikan tugas tertentu.

Baca juga artikel ini: Bank di Venezuela akan Menggunakan Cryptocurrency

Shrikrishna juga menjelaskan bagaimana World Bank bereksperimen dengan berbagai macam teknologi informasi, termasuk blockchain, untuk memberi lebih banyak transparansi pada rantai persediaan dari industri minyak sawit. Blockchain bisa menyediakan kesempatan untuk menggunakan token crypto serta mendorong petani buah kelapa dan tengkulak untuk memasuki data yang berkualitas tinggi yang memuat informasi mengenai rantai persediaan.

Aplikasi berbasis blockchain paling konkret yang dikembangkan oleh Bank Dunia sampai saat ini adalah kerjasama dengan bank di Australia yang menggunakan versi pribadi dari Ethereum. Kerjasama ini mencapai $50 miliar tiap tahun yang didapat untuk pembangunan berkelanjutan. Sampai sekarang, hubungan berbasis blockchain ini telah mendapat sekitar $80 juta.

Shrikrishna mengatakan bahwa tujuan project ini untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi blockchain bisa mempermudah investor untuk mengakses market, di saat bersamaan juga meningkatkan transparansi di bidang keuangan. Hubungan ini akan berjalan selama dua tahun, memberikan Bank Dunia kesempatan untuk belajar dari pengalaman, mengadopsi inovasi teknologi yang muncul, serta “terbitkan hubungan berikutnya dengan tingkat kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi.”

Sumber: Technology Review