Aturan Crypto di Venezuela Disetujui untuk Melawan Kesulitan Keuangan

Dhila Rizqia

5th May, 2021

Majelis Konstituante Nasional Venezuela telah menyetujui undang-undang mengenai peraturan cryptocurrency, seperti dilaporkan Kementrian Komunikasi dan Informasi (21/11).

Hukum tersebut diajukan oleh pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, yang terdiri dari 64 ayat dan lima ketentuan sementara. Hukum ini juga memvalidasi Petro, cryptocurrency kontroversial milik Venezuela, sebagai sebuah unit exchange komersial dalam negara ini, dan menyatakan bahwa barang dan jasa bisa dibeli dengan Petro.

Menurut kantor berita Kuba, Prensa Latina, Majelis ini telah menyetujui amandemen hukum anti pencucian uang. Di bawah aturan baru, exchange crypto Venezuela dilaporkan akan diizinkan membawa operasi exchange asing menggunakan Petro.

Seperti dinyatakan oleh Andres Eloy Mendez, ketua komisi spesial dalam framework crypto, perhitungan baru yang diambil terutama untuk melawan “blokade keuangan dan komersial” dari pemerintah AS. Andreas mengatakan bahwa Petro bisa membantu secara efektif menghindari sanksi dan membangun hubungan bisnis baru, karena ini tidak diatur oleh bank sentral karenanya tidak bisa dikenakan pembatasan apa pun.

Artikel terkait: Bank di Venezuela akan Menggunakan Cryptocurrency

Cryptocurrency Resmi Venezuela

Venezuela secara resmi telah merilis Petro untuk dijual pada akhir Oktober. Cryptocurrency tersebut hanya bisa dibeli melalui website resmi atau kantor pemerintah, karena wallet digital Petro telah ditangguhkan oleh Google.

Nicolas Maduro bersama dengan pemerintahan Venezuela telah terlibat dalam promosi Petro sejak pertama dirilis pada Desember 2017. Pada Agustus, presiden Venezuela menawarkan untuk menggunakan koin sebagai alat pembayaran untuk gaji, barang, dan jasa.

Pada September, Nicolas mengklaim bahwa Petro akan digunakan untuk transaksi komersial internasional. Pada akhirnya, Nicolas termasuk pejabat pertama yang terdaftar dalam website Petro dan membeli mata uang digital.

Baru-baru ini, ketua perusahaan minyak Venezuela, Manuel Quevedo, mengumumkan bahwa negara tersebut akan menjadikan Petro sebagai alat pembayaran untuk penjualan minyak mentah pada OPEC di 2019.

Majalah Wired menyebut cryptocurrency nasional ini untuk menyembunyikan kegagalan Nicolas untuk menghidupkan kembali mata uang fiat Venezuela, Bolivar. Awal tahun ini, laporan Reuter mengklaim bahwa Petro tidak didukung oleh minyak atau di-mining di mana pun di Venezuela. Selain itu, the Economist mencatat bahwa Petro tidak terdaftar di exchange crypto besar mana pun di dunia.

Sumber: Cointelegraph

Dhila Rizqia

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.