Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Cegah Kejahatan Driver, Aplikasi Transportasi Online Pakai Blockchain

febrian surya     Tuesday, May 19 2020

Layanan aplikasi transportasi online seperti Uber, Gojek, Grab, dan Lyft memang harus diakui sangat berkembang sekali, khususnya bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Jadi, tak usah heran bila pengguna aplikasi ojol di Indonesia begitu banyak yang didonimasi oleh generasi milenial tentunya. Bila kamu memesan ojol di aplikasi Gojek dan Grab, driver yang akan mengambil pesananmu tersebut berdasarkan lokasi terdekat, bahkan diambil secara acak. Sehingga, kamu tidak bisa memilih driver yang ingin kamu gunakan jasanya.

Hal ini berbeda dengan aplikasi Maramoja, sebuah aplikasi ride hailing asal Kenya. Aplikasi ini memberikan rekomendasi driver terpercaya melalui jaringan blockchain kepada pengguna berdasarkan grafik sosial dan juga feed back yang diberikan kepada driver.

Feed back yang diberikan pada aplikasi Maramoja akan menggunakan rekomendasi dari teman, teman dari teman, dan orang lain di jaringan pengguna, tak terkecuali melalui sosial media.

Aplikasi Maramoja memang sangat membantu sekali masyarakat yang tinggal di ibu kota Kenya, Nairobi, yang memang dikenal bukanlah kota yang aman dari tindak kejahatan. Di mana, para supir umumnya ingin meminta uang lebih dari biaya yang seharusnya dibayarkan oleh penumpang, belum lagi hingga adanya kasus kekerasan secara seksual (pemerkosaan)  kepada penumpang.

Oleh sebab itu, bagi setiap pengguna yang menggunakan aplikasi transportasi online, Maramoja, tidak perlu takut lagi mengenai tindakan-tindakan nakal para driver tersebut. Sebab, driver yang dipilih sudah memiliki rekam jejak yang jelas dan terbebas dari kasus kejahatan. Sehingga, masyarakat yang menggunakan aplikasi Maramoja bisa mendapatkan driver yang memang benar-benar terpercaya dengan nomor registrasi driver sama dengan nomor yang tertera saat melakukan pemesanan, selain itu, biaya transportasi di aplikasi ini juga relatif murah.

Maramoja adalah aplikasi yang dikembangkan oleh UTU Technologies, yang telah memperoleh dana sebesar $500.000 pada akhir tahun 2019 lalu, di mana dana ini telah digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan layanan produk digital miliknya (Maramoja). Mulai dari membangun protokol blockchain, dan juga merekrut talenta-talenta terbaik.

Saat ini, UTU Technologies, terdiri dari 35 orang yang bekerja di kantor pusat mereka di Nairobi, Kenya. Dan, telah menjalin kerjasama dengan University of Southhampton di Inggris untuk research & development. Pengembangan protokol blockchain dalam aplikasi Maramoja diharapkan memberikan kepercayaan penuh kepada pengguna, dan menggantikan review, skor bintang, dan peringkat untuk mengetahui driver tersebut bisa dipercaya atau tidak.

“Secara umum, teknologi blockchain tidak banyak diketahui oleh masyarakat Kenya. Namun bila mereka telah merasakan manfaat dan pengalaman yang baik saat menggunakan aplikasi Maramoja. Hal ini diharapkan bisa memperkenalkan blockchain secara luas kepada masyarakat Kenya dan dapat mengubah mind set mereka bahwa blockchain itu sangat bermanfaat,” Rahul Srivasta, Product Intelligence, Implementation and Customer Success, UTU Technologies.

Bila pengembangan protokol blockchain yang dikembangkan oleh UTU Technologies telah rampung 100%, mereka bisa menyediakan layanan privasi yakni smart contract untuk mempercepat transaksi. Tanpa perlu adanya waktu tunggu untuk pencairan dana bagi pihak driver jika menerima pembayaran secara digital.

Sumber