Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ant Financial Rilis OpenChain untuk Bantu Pengembang Bisnis Kecil

febrian surya     Friday, April 24 2020

Perusahaan fintech Tiongkok, Ant Financial, mengumumkan pada Jumat (17/4/2020) platform blockchain OpenChain saat ini dapat digunakan oleh para pengembang bisnis kecil untuk membantu mereka dalam menjalankan aplikasi di banyak komputer dengan jaringan yang sama.

Ant Financial, dulunya dikenal sebagai AliPay, sebuah perusahaan fintech yang menjadi bagian dari e-commerce terbesar di Tiongkok, Alibaba. Di mana, Ant Financial saat ini diperkirakan menjadi fintech paling bernilai di dunia. Perusahaan Ant Financial, telah melakukan eksplorasi di bidang pembayaran dan logistik dengan menggunakan teknologi blockchain termasuk pembayaran lintas batas.

Dengan jumlah lebih dari satu miliar akun pengguna dan melayani hingga satu miliar transaksi per harinya. OpenChain adalah platform blockchain yang secara resmi dikembangkan oleh tim internal Ant Financial, yang awalnya hanya dimanfaatkan untuk keperluan perusahaan, namun seiring dengan berkembangnya waktu, OpenChain saat ini sudah bisa digunakan secara umum.

“Aplikasi blockchain telah semakin populer selama beberapa tahun terakhir, peluncuran OpenChain untuk pengembang bisnis kecil bertujuan untuk membantu satu juta usaha kecil dan mikro, dan juga pengembang untuk berinovasi dalam tiga tahun kedepan guna eksplorasi dalam kasus penggunaan blockchain di masa mendatang,” Jin Ge, Manajer Umum Platform Blockchain, Ant Financial.

Sebab, OpenChain merupakan sebuah paket pengajaran yang mudah digunakan dan dirancang untuk memungkinkan banyaknya pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, dan dapat dimanfaatkan sebagai solusi penggunaan pembiayaan rantai pasokan, sumber produk, faktur digital, dan juga donasi amal.

Sebab, blockchain memiliki node atau simpul yang saling berhubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan, sehingga bila kamu ingin mengetahui suatu informasi dari setiap node atau titik, kamu tidak perlu harus meminta izin dari otoritas pusat. Karena teknologi blockchain menggunakan kriptografi terdistribusi untuk menyimpan data transaksi dengan cara yang aman. Dengan melakukan otentikasi data secara invidu untuk mengetahui apakah kamu adalah orang yang terlibat dalam perjanjian blockchain tersebut atau tidak.

“Di mana pihak bisa menambahkan fitur-fitur atau layanan lainnya dari mitra pengembang di luar sana yang sesuai dengan kebutuhan pebisnis kecil. Kecepatan transaksi OpenChain bisa lebih cepat dibanding dengan platform blockchain publik yang dijalankan di jaringan Ethereum,” Wu Xiao, Pendiri dan Kepala Eksekutif, WhiteMatrix.

Selain itu, OpenChain juga memiliki biaya transaksi yang lebih murah atau hanya sepersepuluh dari platform blockchain lainnya.  Untuk biaya langganan, OpenChain hanya membebankan biaya $14 per bulan untuk usaha kecil dan mitra pengembang yang ingin masuk ke layanan OpenChain. Layanan OpenChain juga dikenal dengan istilah layaknya open source, yang mana pihak pengembang bisa bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber yang tersebar dan tersedia bebas.

Sumber