Analis JP Morgan: Staking Kalahkan Mining, Ethereum akan Unggul

Naufal Muhammad

2nd July, 2021

Analis di JP Morgan, salah satu institusi keuangan ternama di Amerika, baru saja menyatakan dukungannya terhadap Ethereum.

Ia menyatakan bahwa Ethereum akan mengalahkan Bitcoin karena sistem staking yang akan lebih efisien dibandingkan mining dari sisi penggunaan energi.

Analis JP Morgan Dukung Ethereum

Pernyataan tersebut muncul setelah analis tersebut menyatakan bahwa hasil staking telah menghasilkan pendapatan $9 Miliar atau Rp131,2 Triliun.

Pernyataan tersebut didasarkan oleh sebuah penelitian yang juga menyatakan bahwa Ethereum 2.0 nantinya akan mengalahkan adopsi terhadap blockchain berbasis Proof of Work.

Menurut Forbes, kondisi ini dapat mendorong penghasilan dari staking untuk naik hingga mencapai $20 Miliar atau Rp291,6 Triliun dan naik hingga $40 Miliar atau Rp583,2 Triliun di 2025.

Menurut analis tersebut, sistem staking akan lebih menguntungkan untuk adopsi crypto karena lebih ramah terhadap investor ritel bahkan institusi. Ia menyatakan melalui laporan bahwa,

“Tidak hanya staking memerlukan biaya yang lebih kecil dari segala aspek, keuntungannya juga dapat lebih menguntungkan.”

JP Morgan menyatakan bahwa pendapatan melalui staking akan terus meningkat dan akan naik secara signifikan hingga lebih dari 1.000% dalam beberapa tahun ke depan.

Laporan tersebut berlanjut dengan pernyataan analis tersebut yang menyatakan bahwa Staking dan Sektor DeFi akan lebih untung dari bank.

Analis tersebut memprediksi bahwa kemampuan untuk menggunakan crypto sebagai alat untuk mencari keuntungan secara pasif akan mendorong ekosistemnya untuk tumbuh.

Ethereum menjadi tujuan utama menurut analis ini akibat melihat pembaruan jaringannya dan juga ekosistemnya yang dapat dikatakan cukup besar.

Saat ini Ethereum masih menjadi blockchain dengan ekosistem terbesar di dunia crypto walau sedang mengalami penurunan partisipan akibat tingginya biaya.

Namun pembaruan menuju Ethereum 2.0 yang dikabarkan akan terjadi di 2022 membawa harapan baru untuk Ethereum tumbuh lagi.

Ethereum Diprediksi Ungguli Crypto Lain

Saat ini Blockchain awal Ethereum 2.0 telah berhasil mendapatkan dana staking sebanyak 6 Juta Ethereum, yang menandakan 5% dari seluruh persediaan Ethereum saat ini.

Dalam staking tersebut, keuntungan yang akan didapatkan adalah sekitar 6,4% per tahun saat ini, yang merupakan angka cukup tinggi.

Angka tersebut sangat jauh mengalahkan hasil keuntungan dari produk keuangan oleh institusi konvensional seperti bank.

Oleh karena itu, analis dari JP Morgan yakin bahwa kejayaan Ethereum akan kembali muncul terutama setelah pembaruan Ethereum 2.0.

Selain itu, analis tersebut menggarisbawahi bahwa pembaruan akan semakin kuat dengan adanya mekanisme burn dari Ethereum yang baru.

Mekanisme burn ini akan diterapkan setelah akhir Juli 2021 yang akan membuat persediaan Ethereum berkurang 1,4% per tahun.

Oleh karena itu, walau CEO JP Morgan masih menolak crypto, nampaknya analis-analisnya lebih yakin dan percaya bahwa Ethereum akan memimpin dunia crypto di masa depan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.