Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Analis: Flash Crash Bitcoin Terjadi, Stop Loss Cegah Kerugian Besar

Wafa Hasnaghina     Tuesday, August 4 2020

Pada 2 Agutus lalu, Bitcoin sempat mengalami flash crash dengan turun lebih dari 7% dengan nominal $1.400 hanya dalam 15 menit. 

Analis lalu menduga-duga sebab dari turunnya nilai tersebut, dan cara agar investor serta para trader dapat bersiap menghadapi peristiwa tidak terduga seperti itu.

Apa yang Menyebabkan Flash Crash Bitcoin Akhir Pekan Lalu?

Pada beberapa saat sebelum terjadinya flash crash ini Bitcoin sempat rally tidak terhentikan dan mencapai angka $12.098. Pencapaian tersebut dibarengi dengan sell off mendorong mata uang crypto tersebut meluncur ke $10.000-an dan pasar seakan berhenti sejenak.

Para analis dan trader bertanya-tanya alasan dibalik peristiwa ini terjadi.

Mereka menganalisa, pergerakan ini kemungkinan disebabkan oleh aktor strategis besar yang berupaya memanfaatkan momen likuidasi terendah yang ada di pasaran saat itu. Ini juga mengingat peristiwa tersebut terjadi pada tengah malam di Amerika Utara dan Eropa, Marc van der Chijs berpendapat para trader sedang tidur lelap saat kejadian terjadi.

Selain itu, ini juga bisa dimanfaatkan whale yang ingin mengambil dalam jangka waktu likuiditas rendah ini, menyebabkan efek berjenjang dari pedagang derivatif yang dipaksa menutup posisi mereka atau melalui stops yang terpicu karena kejadian ini.

Hal yang sama juga terjadi pada Black Thursday lalu, meskipun kejadian tersebut lebih parah dan didorong dari keadaan yang berbeda dan bukan hanya whale yang mencari keuntungan.

Dua kejadian ini berbanding terbalik pada saat 2019 silam, ketika Bitcoin memecahkan rekor dari $4.000 berlari menuju $14.000. Seorang aktor strategis tunggal menempatkan beberapa pesanan pada dengan membeli Bitcoin pada bursa saat likuiditas rendah, memanfaatkannya untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak.

Bagaimana Cara Bersiap Menghadapi Pasar yang Tidak Terduga Seperti Ini?

Flash crash kemarin, sebenarnya jarang terjadi di dalam pasar mata uang crypto, tetapi tetap saja peristiwa tersebut akan terus dikenang. Apalagi peristiwa Black Thursday, di mana aset-aset mengalami krisis likuiditas, tetapi yang terparah terjadi pada Chainlink yang hampir mencapai angka nol.

Dalam situasi tersebut, hampir tidak mungkin mempersiapkan diri selain titik stop loss yang masuk akal, dan tidak mengambil posisi dengan ukuran yang besar dengan kerugian yang juga besar pula.

Marc van der Chijs mengatakan jika terjadi hal seperti ini, “jangan menjual” atau panik. Peristiwa ini sebenarnya adalah harga normal untuk Bitcoin ketika akhir pekan ketika pasar sedang bull.

Ia menyarankan investor HODL untuk ikut menempatkan posisinya, atau mencoba ikut bermain swing trading dengan harga yang ada untuk mendapatkan keuntungan. Ia juga mengklaim, “peristiwa ini kesempatan untuk menghasilkan uang cepat”.

Apa pun yang diputuskan untuk dilakukan, tidak ada cara 100% ampuh dalam mencegah kerugian ketika flash crash terjadi, tetapi dengan menempatkan stop loss yang tepat, akan meminimalkan risiko sekecil mungkin. Stop loss adalah alat untuk mencegah kerugian besar di flash crash

Informasi ini disunting dan diolah kembali dari NewsBTC