Allianz Global Investor Menyerukan Larangan Terhadap Cryptocurrency

Dhila Rizqia

5th May, 2021

Andreas Utermann, chief executive officer dan chief investment officer Allianz Global Investors, mengatakan cryptocurrency harus dilarang oleh regulator. Menurut laporan dari Reuters pada hari Selasa, ia mengutarakan pendapatnya selama diskusi panel di London bersama Andrew Bailey, kepala eksekutif Otoritas Keuangan Inggris (FCA). Ia berkata, “Anda harus melarang [crypto assets],” karena banyak yang kehilangan uang tabungan mereka karena kemerosotan signifikan di pasar crypto. “Saya pribadi terkejut bahwa regulator belum mengambil langkah keras terkait hal tersebut.”

Bailey, yang juga merupakan direktur eksekutif Bank of England, mengatakan bahwa komentar Utermann “cukup kuat,” sambil menambahkan bahwa cryptocurrency“tidak ada nilai intrinsiknya.” Eksekutif bank sentral lebih lanjut mengatakan bahwa regulator di Inggris tugasnya adalah “mengawasi dengan seksama” perkembangan di sektor crypto, termasuk penawaran awal crypto atau ICO.

Baca Juga: UNICEF Mendanai 6 Perusahaan Blockchain

Perkembangan Pasar Crypto

Pasar crypto telah menunjukan penurunan yang cukup tajam sejak awal tahun ini. Pada bulan Desember 2017, bitcoin memuncak hampir $ 20.000, tetapi harga sejak itu anjlok dan rata-rata global di seluruh bursa adalah $ 3.387. Perbedaannya menandai penurunan nilai lebih dari 80 persen selama periode tersebut. Kebanyakan cryptocurrency lainnya, termasuk ether dan XRP, juga mendapat pukulan telak akibat Bear Market.

FCA membentuk gagasan untuk awal tahun ini untuk “mengembangkan pemikiran dan kebijakan” di sektor cryptocurrency dan blockchain. Kelompok ini menilai dampak dan manfaat potensial dari teknologi dan akan menentukan apakah, dan apa, aturan yang mungkin diperlukan. Mereka juga mengatakan pada bulan lalu, bagaimanapun, hal itu sedang dipertimbangkan. Larangan cryptocurrency karena adanya kekhawatiran investor ritel sedang dipikir matang-matang. Allianz sendiri merupakan perusahaan jasa keuangan multinasional, bisnis utamanya adalah asuransi yang berbasis di Munich, Jerman. Pada tahun 2013 Allianz sempat masuk perusahaan tersebesar ke-25 di dunia versi majalah Forbes.

 

Dhila Rizqia

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.