Alasan Industri Blockchain di Asia Pasifik Berkembang Pesat

Felita Setiawan

5th May, 2021

Laporan Global Market Insight mengklaim bahwa market blockchain di wilayah Asia Pasifik telah mengalami kenaikan signifikan. Hal ini juga disebabkan oleh meningkatnya jumlah investasi dalam perusahaan berbasis blockchain. Laporan juga menyebutkan bahwa market akan mencapai $16 miliar pada 2024.

Pada 2016, investasi dalam startup berbasis blockchain sejumlah 135 transaksi. Transaksi ini menghasilkan hingga $545 juta pada market saat itu. Kemudian pada 2017, market berkembang hingga 50% setelah 185 transaksi dilakukan. Ini menghasilkan hingga $1 miliar dalam investasi.

Peningkatan dana ini menandakan perkembangan berkelanjutan dalam teknologi baru, dengan fokus investor tetap pada blockchain. Karenanya, penggunaan teknologi blockchain telah meningkat secara signifikan, bahkan dalam industri lain.

Teknologi buku besar (ledger) digital ini telah mengalami kenaikan dalam level penggunaan. Ini tidak hanya digunakan oleh startup, tetapi juga beberapa perusahaan besar di dunia, termasuk Ripple, IBM, Microsoft, Amazon, Digital Asset Holding, Chain, Abra, R3, SAP, Digiledg, Earthport, Coinbase, BTL Group, Blockstream, BitSE, Bloq, Blocko, Asta Solutions, Alphapoint, dan Bacoor.

 

Baca juga artikel ini: Ternyata Teknologi Blockchain Bisa Digunakan dalam Beramal Lho!

 

Fokus Terbesar pada Bidang Kesehatan

Laporan yang dipublikasi oleh Zion Market Research mengklaim bahwa market bidang kesehatan memiliki level penggunaan terbesar dalam teknologi blockchain. Nilai dari teknologi ini mencapai $34 juta secara global pada 2017. Saat ini, pendapatan yang diharapkan pada akhir 2024 mencapai $1415.59 juta, seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Teknologi blockchain dalam bidang kesehatan terbagi dalam tiga bagian: aplikasi, wilayah, dan pengguna akhir (end user). Bagian aplikasi termasuk pertukaran data klinis dan interoperabilitas, penyelesaian klaim dan penagihan, demikian juga manajemen rantai pasokan. Dalam bagian end user, teknologi terbagi lagi dalam perusahaan farmasi, petugas kesehatan, dan penyedia kesehatan.

Teknologi blockhchain membuat manajemen pembuatan data lebih efisien, dan di saat yang sama, meningkatkan keamanan dan interoperabilitas.

Campur Tangan Pemerintah dalam Teknologi Blockchain

Menurut laporan Global Market Insight, alasan dari banyaknya minat dalam teknologi blockchain berasal dari wilayah yang memiliki dukungan pemerintah. Melalui berbagai perubahan kebijakan, negara-negara seperti Tiongkok dan Singapura mencoba mengerti teknologi baru ini dan manfaat penggunaannya.

Otoritas Moneter Singapura bahkan bermitra dengan R3 sejak 2016 untuk mengeksplorasi teknologi blockchain dan menggunakannya untuk pembayaran antar bank. Selain itu, Singapura tengah mengeksplorasi potensi penggunaan lain untuk teknologi ini, yang bertujuan untuk menghubungkan platform perdagangan nasional dengan negara lain.

Di saat yang sama, pemerintah Tiongkok mencoba menggunakan blockchain untuk melacak donasi amal. Bahkan mereka berencana menggunakannya untuk membuat perombakan lengkap sistem pelacakan amal.

Sumber: NewsBTC

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.