Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Aktivitas On-Chain Stablecoin Naik 800% Dalam Satu Tahun

Wafa Hasnaghina     Sunday, April 26 2020

Aktivitas on-chain stablecoin telah meningkat sebanyak 800% dalam 12 bulan terkhir menurut perusahaan intelijen pasar TokenAnalyst.

Pertumbuhan ini tidak mengejutkan mengingat terdapat pertumbuhan keseluruhan pasar stablecoin. Kapitalisasi pasar jika digabung untuk semua stablecoin yang berada pada peringkat ketiga besar adalah Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan XRP (XRP).

Sepanjang tahun lalu, $290 Miliar stablecoins mulai pindah ke dalam jaringan blockchain ini. Pada bulan Maret 2019 lalu saja, ada sebanyak $50,9 miliar dipindahkan dengan selanjutnya $6,2 miliar di bulan April 2019. 

Baca juga: Apa itu Decentralized Finance (DeFi)?

Dai Paling Memenuhi Decentralized Finance 

Terlepas dari pertumbuhan industri Decentralized Finance (DeFi), lebih dari setengah aktivitas on-chain melibatkan pertukaran terpusat. Bahkan, kegiatan yang berhubungan dengan exchange unggul dan naik dari peringkat lima ke peringkat satu pada DeFi ini.

Dari tiga stablecoin, Tether (USDT), USDC (USDC), dan Dai (Dai), yang dianalisis di atas, Dai muncul sebagai stablecoin yang paling “terdesentralisasi” dengan 88% aktivitas on-chainnya dan memenuhi syarat sebagai DeFi. Hal ini memang karena Dai sendiri dibangun di atas protokol DeFi. Di sisi lain, jika dilihat pada grafik di atas, sekitar 62% aktivitas Tether masih melibatkan pertukaran terpusat.

Ketersediaan berbagai variasi stablecoin ini, sebenarnya berguna bagi para investor crypto karena seperti yang diketahui mekanisme ini menyediakan mekanisme “parkir” untuk melindungi kekayaan mereka dari volatilitas pasar. Mencairkan dana memang merupakan strategi alternatif, tetapi dengan stablecoin, investor tidak perlu keluar dan masuk dunia crypto yang tidak nyaman dan menimbulkan biaya tambahan.

Sumber