Ahli: Renminbi, Mata Uang Resmi Cina Akan Menjadi Cryptocurrency

Aulia Medina

27th April, 2019

Dalam interview dengan Bloomberg pada 17 April lalu, Donald Tapscott, ketua eksekutif Blockchain Research Institute menyatakan bahwa mata uang resmi Cina, renminbi (RMB} akan menjadi mata uang crypto.

Dalam interview tersebut, Tapscott mengungkapkan bahwa baru-baru ini dia melakukan pertemuan dengan wakil ketua Comunist Party di Cina yang  ingat bahwa Presiden Xi Jinping berpikir bahwa blockchain adalah salah satu teknologi penting untuk masa depan negara.

Berbicara mengenai larangan pemerintah dalam cryptocurrency exchange, Tapscott menguraikan bahwa Cina sedang mempertimbangkan pelarangan crypto mining juga. Dia menambahkan:

“Tidak terlalu perlu untuk melakukannya (melarang exchange dan mining) karena dalam 20 tahun kita tidak akan menggunakan bitcoin di Cina. Orang-orang Cina akan menggunakan RMB, hanya RMB yang akan menjadi mata uang crypto. Bank pusat Cina akan membuatnya menjadi mata uang digital.”

Exchange Terdesentralisasi Dapat Beroperasi

Ketika ditanya apakah exchange yang terdesentralisasi dapat beroperasi di Cina — yang sebelumnya melarang initial coin offerings (ICO) — Tapscott mengatakan bahwa mereka bisa beroperasi walaupun pemerintah memiliki pendirian serius terhadap pembatasan mata uang digital.

Baca juga: Samsung Investasikan $2,9 Juta Untuk Dompet Startup Ledger Crypto

Tapscott mengatakan bahwa pertukaran yang terdesentralisasi pada akhirnya akan mendominasi yang terpusat berkat kemampuan mereka yang diakui untuk transparansi dan mengidentifikasi “perilaku buruk.” Semua aset, termasuk yang tradisional seperti sekuritas, akan berada di bursa yang didesentralisasi, kata Tapscott.

Pihak berwenang Cina telah berdiskusi lama mengenai kemungkinan pelarangan cryptocurrency mining. The National Development and Reform Commission (NDRC) dikabarkan memasukkan crypto mining sebagai bagian dari drafnya untuk daftar kegiatan industri yang direvisi, badan tersebut bermaksud untuk tutup karena mereka “tidak memiliki kondisi produksi yang aman, sumber daya yang terbuang dengan serius, mencemari lingkungan,” di antara masalah-masalah lainnya.

Namun negara ini tetap menjadi pemain utama di pasar bitcoin, dengan sebagian besar kumpulan penambangan bitcoin terbesar dikendalikan oleh organisasi lokal. Pada pertengahan 2018, operator crypto mining Bitmain dilaporkan mengoperasikan sebanyak 11 penambangan di Tiongkok, dan karenanya akan sangat dipengaruhi oleh rencana yang dilaporkan NDRC

Sedangkan untuk blockchain, Cina dilaporkan memimpin dunia dalam sejumlah proyek blockchain yang saat ini sedang berlangsung di negara tersebut. Ada 263 proyek terkait blockchain di Cina, terhitung 25% dari total global.

Bulan lalu, sebuah proyek multi-tahun yang disebut “Rencana Implementasi untuk Promosi Pengembangan Infrastruktur Transportasi” diluncurkan di Provinsi Jiangsu. Sesuai rencana, blockchain akan menjadi salah satu teknologi yang digunakan otoritas lokal dalam merombak infrastruktur transportasi lokal.

Sumber