Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

5 Cara Blockchain Menghadapi Virus Corona

febrian surya     Tuesday, March 24 2020

Ketika wabah Covid-19 semakin meluas, peran supply chain management semakin dibutuhkan untuk memastikan bahwa suplai produk-produk farmasi untuk membantu para pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19) menjadi kian penting saja.

Masalah-masalah yang dihadapi untuk melawan Covid-19 adalah kebutuhan produk, kredibilitas pemasok, pembayaran, sertifikasi dari bea cukai, dan pelacakan transportasi. Dari kelima tantangan tersebut, teknologi blockchain dapat memberikan solusinya antara lain:

  1. Kebutuhan produk, blockchain memberikan sebuah mekanisme untuk sistem kesehatan guna secara berkala memperbaruhi kebutuhan produk kesehatan dan spesifikasinya, hampir seperti production auction.
  2. Kredibilitas pemasok, memberikan cara bagi sistem kesehatan untuk menilai secara kredibel pabrik mana yang memiliki kontrol kualitas paling tinggi, dan memenuhi spesifikasi dan volume produksi yang dibutuhkan.
  3. Pembayaran, membantu proses pembayaran di muka, untuk pabrik-pabrik yang bisa langsung digunakan oleh para pabrik untuk memulai proses produksi kebutuhan farmasi yang telah disepakati sebelum dan ketika proses suplai bergerak ke langkah selanjutnya dari rantai pasokan yang terjadi.
  4. Sertifikasi Bea Cukai, pendistribusian obat-obatan dan peralatan medisnya pasti harus melalui departemen bea cukai. Hal ini akan dibantu oleh blockchain dengan sertifikasi bea cukai digital, yang dapat digunakan untuk mengatur kegiatan ekpor dan impor.
  5. Pelacakan Transportasi, persediaan obat-obatan harus dapat dilacak oleh seluruh dunia untuk memastikan transparansi dalam rantai pasokan, yang dapat dilakukan oleh blockchain.

Blockchain memang merupakan salah satu teknologi yang sangat bisa diandalkan dalam kegiatan rantai pasok di sebuah perusahaan, khususnya untuk mengawasi transparansi dari masing-masing titik rantai pasok dan memastikan bahwa produk-produk yang diproduksi di perusahaan manufaktur farmasi sesuai dengan badan pengawas obat-obatan yang berlaku. Di mana, ketika salah satu titik rantai pasok tidak sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam blockchain, proses rantai pasok tersebut tidak bisa melanjutkan kegiatannya ke langkah selanjutnya.  Karena, hal ini bisa mengurangi bottleneck, yang menyebabkan adanya penundaan saat proses produksi dan suplai sehingga membuat distribusi produk-produk farmasi menjadi terganggu karena panjangnya antrian. Karena tidak adanya sistem manufaktur kesehatan yang mampu mengawasi setiap prosedur-prosedur produksi di pabrik.

Contoh Kasus Penggunaan Blockchain untuk Melacak Produk Farmasi Demi Mengatasi Virus Corona

Seperti yang sudah dilakukan oleh Mateon dan Meridian IT, yang menggabungkan AI dan blockchain agar bisa mempercepat produksi produk farmasi yang dapat disesuaikan prosedur produksinya  di pabrik berdasarkan FDA (badan pengawas obat-obatan AS).

Sumber