Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Diretas, Rp352 Miliar Aset Crypto Diembat dari Harvest Finance

Wafa Hasnaghina     Tuesday, October 27 2020

Terjadi lagi, peretasan kali ini menyasar pada protokol DeFi baru Harvest Finance. Dalam kejadian kali ini, peretas berhasil membobol setidaknya Rp352 miliar dalam aset crypto pada protokol tersebut.

Protokol Harvest Finance termasuk ke dalam jajaran protokol yield agregator yang memfasilitasi para pengguna crypto untuk memasukan cryptonya ke dalam protokol sebagai Liquidity Providers (LPs). Pengguna di sini bisa beralih ke berbagai pools di dalam protokol untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Sayangnya, peretas melihat celah pada mekanisme Y Pool Curve di dalam protokol yang ternyata rentan pembajakan. 

Para pencuri mata uang crypto tersebut memanipulasi dengan menggunakan flash loan dengan dana lebih dari Rp734 miliar. Ini dapat memungkinkan peretas meregangkan harga stablecoin di dalam pool  Curve Y. Setelahnya, peretas kembali ke Harvest Finance dengan kumpulan stablecoin dan Bitcoin untuk mendapatkan imbalan token dengan harga tinggi. Kejadian ini hanya memakan waktu sekitar tujuh menit, hingga peretas berhasil membobol Rp352 miliar. 

Bounty Rp1,4 Miliar Buat yang Bisa Tangkap Peretas

Dalam proses investigasi, Harvest Finance berhasil mengidentifikasi setidaknya sepuluh alamat Bitcoin yang digunakan peretas untuk mengirim aset tersebut. Petinggi protokol DeFi tersebut juga meminta bantuan kepada bursa pertukaran crypto seperti Binance, Coinbase, Kranken, Houbi Global, dan OKEx untuk memasukan alamat penyerang ke dalam daftar hitam. 

Harvest Finance juga sangat serius untuk menumpas aksi kejahatan ini dengan memberikan bounty sebesar 100.000 USD atau setara Rp1,4 miliar kepada siapa pun, grup ataupun individu yang mampu menjangkau pelaku peretasan tersebut.

Peretasan ini menjadi kesekian kalinya dalam dunia DeFi dan menunjukan kerentanan yang ada di dalamnya. Namun, para komunitas DeFi sangat optimis bahwa ruang ini akan terus bertumbuh dan menjadi salah satu teknologi yang akan digunakan di masa yang akan datang.