3 Faktor yang Membuat Bitcoin Berpotensi Naik di 2020

Anisa Giovanny

30th December, 2019

Bitcoin dalam tujuh bulan terakhir ini telah mengalami penurunan harga yang membuat para investor khawatir. Harga Bitcoin di akhir tahun ini pun menyentuh angka $6.600 dan harga ini mungkin akan bertahan hingga penutup tahun 2019.

Namun tidak perlu cemas, karena tahun 2020 harga Bitcoin diprediksi akan pulih dan memiliki harga yang menguntungkan bagi para penggunanya. Untuk membuatnya menjadi kenyataan, 3 faktor bullish yang menjadi pendukung untuk membuat Bitcoin kembali ke tren yang positif.

1. Likuidasi PlusToken

Sudah menjadi pembicaraan umum jika salah satu skema Ponzi terbesar di industri kripto ini memilki efek yang cukup besar bagi pasar kripto.

Perusahaan riset Crypto Chainalysis, baru-baru ini melaporkan bahwa penipuan digital wallet di Cina mungkin telah mengakumulasi lebih dari $3 miiar cryptocurrency. Perusahaan melacak jika ada pergerakan sekitar $2 miliar ketika para pelaku mencuci hasil curian di konter atau tempat lain.

Hal tersebut menjadi masalah besar bagi dunia kripto karena bertepatan dengan pergerakan pasar tahun ini. Namun, menurut NewsBTC nampaknya aksi jual sudah mereda dan dapat membuat dampak postif pada harga Bitcoin yang mungkin akan pulih setelah mencapai level negatif di tahun ini.

2. 148 Hari Menjelang Halving Day

Halving bukanlah hal yang bisa diremehkan, ditunjukan analis industri PlanB, pasar telah membuat langkah besar pada halving sebelumnya dan mungkin saja ini akan terjadi lagi. Ada beberapa momentum yang bisa digunakan sambil menuju peristiwa Halving yang diprediksi terjadi pada Mei 2020.

Faktor-faktor ekonomi akan membaik, misalnya penurunan inflasi, pengurangan pasokan dan rasio dua kali lipat untuk pasokan di aliran. Investor dan pengamat industri pun setuju jika halving akan sangat berdampak positif bagi Bitcoin.

Baca juga Coinfest Roadshow 2020 Bitcoin akan Sentuh US$20.000

3. Investor Lembaga dan Institusi Bertambah

Saat produk-produk seperti Bakkt yang diselesaikan dengan uang tunai. Bitcoin berjangka tidak memberikan tidak memberikan dampak apapun bagi aset digital dan hanya memberikan eksposure luas terhadap koin digital. 

Tahun ini berbagai produk lembaga baru dirilis dan tren ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga 2020. Investor lembaga dan institusi pada umumnya tidak berani ambil risiko dan lebih suka berinvestasi pada aset yang lebih aman untuk menempatkan kekayaan.

Produk seperti kepemilikan saham atau pinjaman di pasar DeFi kemungkinan akan muncul sebagai investor institusi pada tahun 2020 dan menjadikan aset kripto sebagai salah satu alat investasi utama.

Beberapa faktor ini diduga akan mendukung pemulihan harga Bitcoin, namun sebagai pengingat semua ini hanya prediksi. Harga Bitcoin sangat fluktuatif dan tidak ada prediksi yang sepenuhnya tepat soal harga Bitcoin. Sebagai investor tetap harus hati-hati dan melakukan riset mendalam soal harga Bitcoin di tahun 2020 nanti.

Sumber

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency